Program Bedah Rumah di Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi dari Target 4.184 Unit

Balijani.id, 30 Sep 2026, 21:32 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti Rapat Koordinasi Bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman secara virtual mengenai progres program perumahan di Bali, Rabu (30/9/2026).

DENPASAR, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan program perumahan bagi masyarakat, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan agenda Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian PKP di Provinsi Bali, yang diikuti oleh Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom pada Rabu (30/9/2026) malam.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati/wali kota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.

Menurut Lilik, alokasi bantuan perumahan di Bali mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 31 unit, sedangkan pada tahun 2026 targetnya melesat hingga 4.184 unit. Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen, sementara Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang telah terealisasi mencapai 1.410 unit.

Lilik menekankan perlunya langkah percepatan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat mencapai target secara optimal. “Terima kasih atas dukungan penuh Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.

Selain program bedah rumah, pemerintah pusat juga mengalokasikan pembangunan rumah susun (Rusun) satu tower di Kota Denpasar yang diperuntukkan bagi MBR dan pekerja seni, sebanyak 60 unit dengan tipe 36.

Sementara dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target tahun 2026 sebanyak 1.114 unit. Di samping itu, untuk Kredit Program Perumahan (KPP), Bali mencatatkan capaian realisasi yang sangat tinggi mencapai 99,9 persen dengan nilai penyaluran sekitar Rp1,003 triliun.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas tingginya penyaluran KUR Perumahan di Bali. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa Bank BPD Bali berhasil menempati posisi kedua secara nasional dalam penyaluran KUR Perumahan.

Menurut Maruarar, keunggulan program KUR Perumahan yang menetapkan suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 persen dari awal hingga lunas menjadi kunci utama tingginya antusiasme masyarakat Bali.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas berbagai program perumahan yang dirasakan sangat meringankan beban masyarakat Bali, khususnya kelompok kurang mampu.

“Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” puji Wayan Koster. Ia menambahkan bahwa Pemprov Bali berkomitmen terus memacu percepatan pelaksanaan program bedah rumah demi menuntaskan persoalan hunian layak di Pulau Dewata.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda, serta Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Made Aryati.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru