News  

KPU Kabupaten Buleleng Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Institut Mpu Kuturan

Balijani.id, 26 Mei 2026, 14:46 WIB
KPU Kabupaten Buleleng Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Institut Mpu Kuturan

Buleleng, Balijani.id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melalui Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di Kampus Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja pada Selasa (26/5/2026).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh ratusan mahasiswa sebagai bagian dari upaya nyata dalam meningkatkan draf pemahaman kepemiluan serta penanaman pendidikan demokrasi yang sehat bagi generasi muda.

Agenda sosialisasi dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Dharma Duta IAHN Mpu Kuturan, Dr. I Putu Mardika. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi langkah konsisten KPU Kabupaten Buleleng yang secara berkala memilih kampus Institut Mpu Kuturan sebagai lokus edukasi politik.

Ia berharap, lewat bimbingan teknis kepemiluan ini, para mahasiswa dapat bertransformasi menjadi draf pemilih yang cerdas dan rasional saat berada di bilik suara kelak. Mahasiswa didorong menentukan hak pilih berdasarkan kualitas, rekam jejak, dan kapasitas objektif dari figur calon, bukan semata-mata terpikat oleh aspek popularitas semata.

Pada sesi pemaparan materi utama, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengupas tuntas berbagai pilar dasar kepemiluan dan sistem demokrasi kepada peserta.

Dalam ulasannya, Arya menjelaskan secara detail mengenai klasifikasi jenis dan kode warna surat suara yang berlaku resmi. Pengenalan ini mencakup fungsi masing-masing lembar suara, baik untuk sirkuit pemilihan anggota legislatif (Pileg) di berbagai tingkatan maupun kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres).

Selain itu, para mahasiswa juga dibekali pemahaman draf konseptual terkait peta Daerah Pemilihan (Dapil) wilayah Bali yang memegang alokasi kuota sebanyak 9 kursi untuk DPR RI di tingkat pusat.

Membangun Mindset Politik Positif

Putu Arya Suarnata juga mengajak kaum intelektual muda tersebut untuk memandang ruang politik secara positif sebagai instrumen vital dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, politik bukanlah hal yang tabu atau negatif, melainkan sebuah draf sarana konstitusional bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.

Ia turut mengulas kedudukan, fungsi, serta wewenang lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam roda ketatanegaraan Indonesia agar peserta paham betul mengenai draf pembagian kekuasaan negara (trias politica).

Lebih lanjut, ia mewanti-wanti betapa pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal setiap draf tahapan demokrasi. Mengingat status mereka sebagai pemilih pemula, suara mereka akan menjadi draf penentu kualitas kepemimpinan nasional di masa depan.

Melalui modal pemahaman politik dan kepemiluan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu bertindak sebagai pemilih yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan draf bernegara.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang berjalan dinamis antara mahasiswa dan narasumber. Tingginya antusiasme peserta tecermin dari beragamnya bobot pertanyaan yang diajukan, mulai dari draf teknis pelaksanaan pemilu, mitigasi golput, hingga urgensi peran siber generasi muda dalam menjaga stabilitas politik yang sehat di Indonesia.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru