DENPASAR, Balijani.id | Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup gelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (16/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang tampil berbusana adat Bali dengan rapi dan apik. Menurutnya, tata cara berbusana bukan sekadar penampilan luar, melainkan cerminan identitas dan karakter krama Bali yang tertib serta berbudaya.
Koster juga mengaku bangga melihat anak-anak Bali yang cakap melestarikan bahasa daerah tanpa kehilangan kemampuan berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Hal ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan penguasaan zaman.
Ruang Regenerasi dan Benteng Modernisasi
Melalui keterlibatan peserta dari berbagai kelompok usia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa—UDG dinilai menjadi ruang vital bagi berjalannya regenerasi kebudayaan Bali. Koster menekankan bahwa pembentukan jati diri sejak dini sangat penting agar modernisasi dan pesatnya teknologi tidak melunturkan nilai-nilai lokal, sebagaimana tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Di sisi lain, Gubernur Koster turut menyoroti isu demografi Bali, termasuk fenomena menurunnya jumlah kelahiran anak dengan urutan nama Nyoman dan Ketut. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan populasi masyarakat Bali sebagai pelaku utama ritual, upacara keagamaan, dan pewaris kebudayaan.
Evaluasi Piala dan Penambahan Nilai Hadiah
Sebagai bentuk evaluasi dan perhatian pemerintah daerah, Koster memberikan catatan khusus terkait penyelenggaraan UDG mendatang:
-
Desain Piala Lokal: Ke depan, piala penghargaan diharapkan dibuat lebih praktis, elegan, berkualitas, serta memanfaatkan produk karya perajin lokal Bali.
-
Peningkatan Hadiah: Nilai hadiah bagi para pemenang dipastikan akan dinaikkan pada pelaksanaan UDG tahun berikutnya guna memberikan motivasi lebih besar bagi para peserta.
Menutup arahannya, Koster berpesan kepada generasi muda untuk senantiasa bertindak tulus, lurus, dan menjaga etika. “Masa depan kebudayaan dan ajeg Bali ada di tangan kalian. Jadilah calon pemimpin yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan mencintai jati diri Bali,” tegasnya.
Pada UDG ke-33 ini, Kabupaten Badung sukses memboyong predikat Juara Umum setelah mendominasi perolehan medali dengan menyabet 21 Juara I, 11 Juara II, dan 3 Juara III.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana

















