Klungkung, Balijani.id ~ Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klungkung Dr. I Made Adi Swapatni saat menerima audiensi dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Provinsi Bali dan PPTI Kabupaten Klungkung bertempat di Ruang Kerja Kantor Bupati Klungkung, (Rabu, 23/11).
Dalam kesempatan tersebut Perwakilan PPTI Bali I Komang Suastika menyampaikan audiensi ini dilaksanakan untuk menyampaikan bahwa penemuan penyakit tuberkolosis (TBC) di Bali menduduki tingkat terendah.
Lebih lanjut Komang Suastika berpesan, agar setiap puskesmas di Kabupaten Klungkung dan dimasing-masing desa dilengkapi dengan tenaga kader Tuberkolosis sebagai pelaksana dimasing desa.
“Dimana kader ini dapat menginformasikan ke desa yang ada di Kabupaten Klungkung agar dapat menggunakan dana desa dalam memberikan layanan kesehatan desa mengenai Tuberkolosis” ucapnya.
Sementara itu Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung Dr. I Made Adi Swapatni menyampaikan bahwa mengenai sosialisasi dan pelayanan terhadap penyakit TBC, Dinas Kesehatan sudah berkerjasama dengan pihak Puskesmas dan PPTI Kabupaten Klungkung.
“Sosialisasi dan pelayanan terhadap Tuberkolosis (TBC) sudah diupayakan Dinkes untuk melakukan kerjasama dengan Puskesmas dan PPTI Kabupaten Klungkung, jika memang perlu hal tersebut dikembangkan mari lakukan” jelas Adi Swapatni
Dalam kesempatannya Bupati Suwirta menyampaikan agar instansi terkait dapat bekerjasama serta melakukan tindakan preventif dalam memberikan sosialisasi mengenai penyakit TBC ini.
“Sebelum melakukan tindakan preventif, kita tidak hanya perlu tahu nama penyakit, tetapi harus tahu penyebab, dan cara mencegah,” ujar Bupati Suwirta.
[ BJ/IGS ]














