Tumbuh 16% Dibanding Triwulan II, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Layani 6,6 Juta Penumpang pada Triwulan III 2026

Bandara Catat Pelayanan kepada 17 Juta Penumpang Pada Periode Januari – September 2026

Balijani.id, 13 Okt 2026, 18:05 WIB
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 6,6 juta penumpang pada triwulan III 2026, meningkat 16 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Mangupura, Balijani.id | 13 Oktober 2026 – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat telah melayani 6,6 juta penumpang selama periode Juli hingga September 2026 (triwulan III 2026). Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 16 persen jika dibandingkan dengan periode April hingga Juni (triwulan II 2026) dengan pelayanan kepada 5,9 juta penumpang. Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya minat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali menjelang akhir tahun 2026.

Atas pencapaian tersebut, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa pihaknya terus menjaga komitmen dalam memastikan kelancaran operasional dan kualitas pelayanan.

  • Kesiapan Fasilitas: “Pergerakan penumpang selama Triwulan III menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika perjalanan udara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, serta seluruh aspek operasional bandara agar dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa dengan optimal,” ujar Nugroho Jati.

Dari total 6,6 juta penumpang tersebut, sebanyak 4,3 juta merupakan penumpang rute internasional, sementara 2,3 juta lainnya merupakan penumpang rute domestik. Adapun pergerakan pesawat selama periode yang sama tercatat sebanyak 37 ribu pergerakan, yang mencakup 19 ribu pergerakan pesawat rute internasional dan 18 ribu pergerakan pesawat rute domestik.

Pada triwulan III, tercatat sebanyak 8 aktivasi penerbangan perdana atau inaugural flight di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Enam di antaranya adalah aktivasi penerbangan domestik, yaitu rute Waingapu (WGP), Wakatobi (WNI), dan Surabaya (SUB) oleh maskapai TransNusa, serta 3 aktivasi rute Bandung (BDO) yang dilayani oleh Garuda Indonesia, Citilink, dan Super Air Jet.

Sementara itu, 2 aktivasi penerbangan internasional pada triwulan III yaitu rute Beijing Daxing (PKX) oleh maskapai China Eastern Airlines, dan rute Phuket (HKT) oleh maskapai TransNusa.

Kinerja Operasional Periode Januari–September 2026

Tambahan jumlah penumpang pada periode triwulan III tersebut turut berdampak pada kinerja operasional sepanjang 2026, di mana Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat pelayanan kepada 17,6 juta penumpang secara keseluruhan, atau dengan rata-rata harian sebanyak 64 ribu penumpang dilayani setiap harinya.

Dari jumlah tersebut, bandara mencatat telah memberikan pelayanan kepada 11,3 juta penumpang internasional dan 6,2 juta penumpang domestik. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut mencatat pelayanan terhadap 105 ribu pergerakan pesawat selama periode tersebut, yang terbagi menjadi 56,9 ribu pergerakan pesawat rute internasional dan 48,6 ribu rute domestik.

  • Rute Domestik Terbanyak: Selama periode Januari-September 2026, rute Jakarta (CGK) adalah rute domestik dengan jumlah penumpang terbanyak yaitu 2,7 juta penumpang, diikuti rute Surabaya (SUB) dengan 973 ribu penumpang, Labuan Bajo (LBJ) dengan 446 ribu penumpang, Lombok Praya (LOP) dengan 356 ribu penumpang, dan Makassar (UPG) dengan 328 ribu penumpang.

  • Rute Internasional Terbanyak: Kemudian, rute internasional dengan pelayanan penumpang terbanyak adalah Singapura (SIN) dengan pelayanan kepada 2 juta penumpang. Kuala Lumpur (KUL) menjadi rute tersibuk berikutnya dengan 1,1 juta penumpang, Perth (PER) dengan 900 ribu penumpang, Melbourne (MEL) dengan 828 ribu penumpang, dan Sydney (SYD) dengan 652 ribu penumpang.

Wisatawan mancanegara (wisman) Australia masih mendominasi jumlah kunjungan di Pulau Bali dengan tercatat 1,3 juta orang yang datang. Dilanjutkan oleh wisman dari Cina (474 ribu wisatawan), India (406 ribu), Britania Raya (234 ribu), dan Korea Selatan (226 ribu).

Nugroho Jati menambahkan bahwa pihaknya senantiasa mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara juga terus diperkuat guna mendukung kelancaran operasional serta mengantisipasi perubahan pola pergerakan penumpang.

“Bandara merupakan salah satu simpul utama dari pengalaman perjalanan para wisatawan di Pulau Bali. Karena itu kami berupaya menghadirkan layanan sepenuh hati, yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi setiap pengguna jasa,” imbuh Nugroho Jati.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru