SINGARAJA, Balijani.id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng memberikan sosialisasi pendidikan demokrasi kepada siswa SMA Negeri 2 Tejakula pada Senin (05/10/2026). Kegiatan ini digelar sebagai ajang pembekalan menjelang pelaksanaan Pemilu Raya (pemilihan ketua OSIS) di lingkungan sekolah.
Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, bersama dua Ketua Divisi KPU, Ngurah Cahyudi Wiratama dan Putu Arya Suarnata.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana menyampaikan apresiasinya kepada SMAN 2 Tejakula yang telah mengadopsi mekanisme pemilihan umum berskala nasional ke dalam tata cara pemilihan di sekolah.
“Kami mengupayakan agar metode pemilihan OSIS ini menyerupai mekanisme pemilu di Indonesia. Kami bangga SMAN 2 Tejakula mampu menggelar Pemilu Raya untuk kedua kalinya. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai demokrasi benar-benar dipraktikkan langsung oleh para siswa,” ujar Komang Dudhi.
Kepala SMAN 2 Tejakula, Gede Benny Kurniawan, turut menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan KPU Buleleng agar para siswa memiliki bekal pemahaman yang matang sebelum memasuki tahapan pesta demokrasi sekolah.
Mengadopsi Sistem Pemilu Nasional
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua Divisi Sosialisasi KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, yang memaparkan proses dan tahapan pemilihan. Uniknya, Pemilu Raya di SMAN 2 Tejakula benar-benar dirancang menyerupai simulasi pemilu sesungguhnya, meliputi:
-
Penyelenggara: Pembentukan KPU Sekolah dan Bawaslu Sekolah.
-
Partai Politik Sekolah: Kehadiran partai siswa seperti Partai Samgati, Partai Bintang Kuning, dan partai lainnya.
-
Dinamika Politik: Kesempatan bagi ketua partai untuk mengusung calon, membangun koalisi, hingga berkampanye secara sehat.
Sebagai komitmen bersama, kegiatan diisi dengan pembacaan Deklarasi Pemilu Raya Damai oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama.
Melalui pendampingan ini, KPU Buleleng berharap Pemilu Raya SMAN 2 Tejakula tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan siswa, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran demokrasi yang jujur, adil, dan bertanggung jawab sejak dini.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














