Buleleng, Balijani.id| Sejumlah warga mendatangi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pemaron, Buleleng, Selasa (14/10) malam. Mereka menyampaikan keluhan karena merasa terganggu oleh kebisingan mesin pembangkit yang sudah lama dirasakan dan belum ada penanganan nyata dari pihak pengelola.
Sekitar pukul dari 19.00 sd 11.30 Wita, warga berkumpul di depan pintu masuk PLTGU. Mereka berharap ada penjelasan dan solusi terkait suara bising yang setiap hari terdengar, terutama pada malam hari. Warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan.
Salah seorang warga, Maryono, mengatakan suara mesin pembangkit sudah mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
“Tiap hari kami dengar suara keras, telinga sampai sakit. Katanya mau diselesaikan, tapi tidak juga. Kami cuma ingin tenang, tidak lebih,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan Fujianti, warga lainnya. Ia mengatakan kondisi ini membuat warga bingung karena tidak ada kejelasan dari pihak yang berwenang.
“Kami sudah beberapa kali mencoba menyampaikan keluhan, tapi jawabannya berbeda-beda. Kadang dilempar ke pihak lain. Kami hanya ingin ada penyelesaian yang jelas,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Manager Unit PLTGU Pemaron, Pram Budi, menyampaikan permohonan maaf kepada warga. Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas mesin di PLTGU Pemaron terjadi karena adanya gangguan di Pembangkit Gilimanuk.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Karena Gilimanuk sedang gangguan, Pemaron harus menambah beban operasional untuk menjaga pasokan listrik di Bali. Kami sudah berkoordinasi supaya Gilimanuk bisa segera beroperasi kembali agar kebisingan di Pemaron bisa dikurangi,” jelas Pram.
Ia juga menegaskan bahwa pihak PLTGU terbuka untuk berdiskusi dengan masyarakat dan pemerintah desa guna mencari solusi bersama.
“Kami ingin ada pembicaraan dengan warga untuk mencari titik temu. Kami akan berusaha mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Pertemuan malam itu berjalan kondusif. Warga berharap agar pihak PLTGU dan pemerintah segera menindaklanjuti keluhan yang telah lama mereka rasakan, sehingga lingkungan sekitar bisa kembali tenang dan nyaman.
[ Reporter : Sarjana ]









