News  

Fashion Lokal Terancam!, Wayan Koster Soroti Brand Arc’teryx asal Kanada Banjiri Bali

Balijani.id, 2 Feb 2025, 14:53 WIB
Caption : Grand opening store pertama Arc’teryx di Indonesia di Beachwalk Shopping Center Kuta Bali pada Minggu 2 Februari 2025 ( ft.Metrobali.com/BJ )

Denpasar, Balijani.id ~ Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030, Wayan Koster, menyoroti kehadiran brand fashion asal Kanada, Arc’teryx, yang baru saja membuka gerai pertamanya di Indonesia di Beachwalk Shopping Center, Kuta. Menurut Wayan Koster, masuknya produk asing dengan modal besar dan teknologi canggih berpotensi mengancam industri fashion lokal Bali.

“Kita harus berhati-hati dengan masuknya produk-produk luar yang membanjiri pasar Bali, terutama jika mereka menekan daya saing industri lokal kita,” ujar Koster dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).

Wayan Koster menekankan bahwa pengusaha kecil dan menengah di Bali sudah menghadapi banyak tantangan dalam mempertahankan eksistensi mereka. Kini, kehadiran Arc’teryx yang menawarkan produk dengan harga lebih murah hingga 30 persen dibandingkan di luar negeri semakin mempersempit ruang bagi produk lokal untuk berkembang.

“Kalau produk luar bisa menawarkan harga lebih murah dengan kualitas tinggi, sementara pengrajin kita sulit mengakses bahan baku dengan harga bersaing, maka lambat laun industri lokal kita akan tergerus,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa strategi ekspansi brand asing seperti Arc’teryx, yang masuk dengan promosi besar-besaran dan menggandeng pasar wisatawan, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk lokal.

“Jangan sampai Bali hanya menjadi pasar empuk bagi produk luar, sementara produk lokal kita kehilangan daya saing,” tegasnya.

Koster memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada industri lokal. Salah satunya dengan mengutamakan produk berbasis kearifan lokal agar mampu bersaing dengan produk impor.

“Kita harus membangun kesadaran untuk lebih mencintai dan mendukung produk lokal. Jika tidak, Bali hanya akan menjadi tempat jualan bagi produk asing tanpa manfaat nyata bagi masyarakatnya,” pungkasnya.

[ Reporter : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru