Penerapan Sistem OGOD Melonjakkan Penerimaan Retribusi Wisata Nusa Penida Hingga 210,45 Persen

Balijani.id, 6 Okt 2026, 14:18 WIB
Penerapan mekanisme One Gate One Destination (OGOD) di Nusa Penida, Klungkung, berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan serta lonjakan pendapatan retribusi daerah secara signifikan, Selasa (6/10/2026).

KLUNGKUNG, Balijani.id | Penerapan mekanisme One Gate One Destination (OGOD) di Kabupaten Klungkung membuahkan hasil signifikan terhadap pengelolaan retribusi pariwisata. Pada September 2026, penerimaan retribusi tercatat melonjak hingga Rp9,41 miliar, naik 210,45 persen dibandingkan periode September 2025 yang berada di angka Rp3,03 miliar.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan bahwa skema OGOD dirancang untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah sekaligus membenahi tata kelola pariwisata secara berkelanjutan.

“Penerapan OGOD merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengoptimalkan pengelolaan retribusi sekaligus memperkuat tata kelola, pelayanan, fasilitas, dan pengembangan destinasi pariwisata Nusa Penida,” ujar Bupati Satria, Selasa (6/10/2026).

Lonjakan Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan

Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan lonjakan tajam jumlah kunjungan wisatawan. Pada September 2025, angka kunjungan tercatat sebanyak 115.594 orang. Angka tersebut meroket 225,33 persen menjadi 376.059 kunjungan pada September 2026.

Secara rincian, pendapatan retribusi sebelum penerapan OGOD (September 2025) tercatat sebesar Rp3.032.235.000. Setelah penerapan OGOD (September 2026), angka penerimaan melambung menjadi Rp9.413.540.000.

Alokasi Pendapatan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Satria menegaskan, hasil penerimaan daerah ini akan dikembalikan penuh kepada masyarakat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik. Pemkab Klungkung telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp200 miliar untuk pembenahan infrastruktur transportasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat perdagangan, hingga pemenuhan jaringan air bersih.

“Penerimaan daerah harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, optimalisasi sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur dan kualitas pelayanan,” tegasnya.

Selain perbaikan fasilitas umum, Pemkab Klungkung memperkuat perlindungan sosial dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp46 miliar untuk pembiayaan BPJS Kesehatan, serta lebih dari Rp3 miliar untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan.

Melalui keberhasilan sistem OGOD, peningkatan arus pariwisata diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola retribusi daerah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh masyarakat Klungkung.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru