News  

AHY dan Khofifah Sepakat Perumahan Jadi Penggerak Ekonomi Jatim

Balijani.id, 17 Okt 2025, 11:04 WIB

Jawa Timur, Balijani.id| Pemerintah menyiapkan langkah nyata mendorong ekonomi Jawa Timur lewat sektor perumahan rakyat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut program Kredit Program Perumahan (KPP) mampu menciptakan efek ekonomi yang besar dan membuka banyak lapangan kerja di daerah.

Dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis malam (16/10/2025), AHY hadir bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Keduanya sepakat, pembangunan perumahan bukan hanya soal hunian layak, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat ekonomi rakyat.

“Urusan rumah ini sangat mendasar, dan itulah mengapa Bapak Presiden Prabowo Subianto benar-benar memprioritaskannya,” ujar AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurut AHY, satu proyek perumahan akan menggerakkan banyak sektor, mulai dari bahan bangunan, tenaga kerja, hingga jasa transportasi. Ia menilai, rantai ekonomi dari pembangunan rumah sangat panjang dan produktif jika dikelola secara tepat.

“Setiap rumah yang dibangun berarti menggerakkan banyak sektor—mulai dari bahan bangunan, tenaga kerja, hingga jasa transportasi. Ini rantai ekonomi yang panjang dan produktif,” tegasnya.

AHY menambahkan, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program KPP berjalan efektif. Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah dan jajaran Pemprov Jatim yang dinilai konsisten memperkuat kebijakan perumahan rakyat.

“Selain mengentaskan backlog perumahan, kita ingin menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menumbuhkan ekonomi daerah,” katanya.

AHY juga menekankan pentingnya perumahan yang terintegrasi dengan infrastruktur dasar seperti jalan, transportasi, fasilitas publik, dan ruang terbuka hijau.

“Masyarakat tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga hidup dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menyebut program KPP mampu menumbuhkan ekonomi rakyat secara cepat dan merata.

“Dengan adanya Kredit Program Perumahan akan tercipta dampak ekonomi yang luas. Satu rumah yang dibangun akan menghidupi lima orang pekerja,” ujarnya.

Maruarar memperkirakan, jika 15 persen rakyat Indonesia terlibat dalam program ini, sekitar 250 ribu tenaga kerja baru dapat terserap.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut optimisme tersebut. Ia menilai potensi Jawa Timur sangat besar untuk memperkuat sektor perumahan karena jumlah penduduknya yang menjadi terbesar kedua di Indonesia.

“Jumlah penduduk Jawa Timur merupakan terbesar kedua di Indonesia. Ini potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor perumahan rakyat,” tutur Khofifah.

Sinergi antara AHY dan Khofifah memperlihatkan arah kebijakan yang sejalan—bahwa pembangunan rumah rakyat bukan sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga cara efektif menumbuhkan ekonomi dan membuka peluang kerja di Jawa Timur.

[ Editor : Redaksi BJ ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru