Bandara I Gusti Ngurah Rai Simulasikan Gempa Hingga Kecelakaan Pesawat dalam Latihan Darurat Skala Penuh

Balijani.id, 23 Sep 2026, 22:49 WIB
Tim ARFF dan petugas gabungan saat melaksanakan simulasi penanganan kecelakaan pesawat dalam rangkaian Full-Scale Exercise Airport Emergency Exercise (AEE) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (23/9/2026).

MANGUPURA, Balijani.id | Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama komunitas bandara menggelar latihan skala penuh (full-scale exercise) Airport Emergency Exercise (AEE) pada Rabu (23/9/2026). Latihan ini dirancang untuk mensimulasikan penanganan kondisi darurat secara menyeluruh di lingkungan bandara.

AEE tahun ini mencakup tiga skenario utama:

  1. Building Fire Exercise (penanganan kebakaran gedung)

  2. Airport Security Exercise (penanganan ancaman dan gangguan keamanan)

  3. Aircraft Accident Exercise (penanganan kecelakaan pesawat udara)

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa latihan ini vital untuk memastikan kesiapan personel, standar operasional prosedur (SOP), serta jalur koordinasi lintas instansi.

“Sebagai pintu gerbang utama Bali yang melayani hingga 24 juta penumpang dan lebih dari 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat krusial. Pelaksanaan AEE ini adalah komitmen kami untuk menjaga standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan tetap optimal,” ujar Nugroho Jati.

Skenario Latihan Airport Emergency Exercise (AEE)

1. Building Fire Exercise (Kebakaran Gedung)

Simulasi diawali pada pukul 16.00 WITA dengan skenario gempa bumi berkekuatan 5,9 SR berkedalaman 8 km di Selat Lombok. Gempa memicu kepanikan pengguna jasa, termasuk di Hotel Novotel area bandara.

Akibat guncangan, aktivitas memasak di dapur hotel ditinggalkan hingga memicu korsleting listrik dan kebakaran besar yang tidak mampu dipadamkan dengan APAR. Petugas hotel langsung berkoordinasi dengan tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk pemadaman serta evakuasi korban terdampak asap. Skenario ini menguji penerapan dokumen Airport Disaster Management Plan (ADMP).

2. Airport Security Exercise (Ancaman Keamanan)

Skenario kedua mensimulasikan penyusupan bom rakitan oleh petugas kebersihan yang direkrut kelompok pengganggu keamanan di area General Aviation Terminal (GAT).

Saat melewati pemeriksaan x-ray, petugas Airport Security mendeteksi adanya rangkaian bom di dalam ransel. Pelaku melarikan diri dan meninggalkan ransel di lokasi. Tim keamanan langsung mengaktifkan alur komunikasi dan penanganan darurat bersama Airport Security Committee, termasuk unsur Kepolisian, TNI, hingga Pecalang, sesuai panduan Airport Security Programme (ASP).

3. Aircraft Accident Exercise (Kecelakaan Pesawat)

Latihan ditutup dengan simulasi kecelakaan pesawat Boeing 777-200ER milik Angkasa Air (penerbangan AA239) yang mengangkut 350 penumpang dan awak. Pesawat mensimulasikan terbakar hebat sesaat setelah touchdown di landasan pacu.

Setelah menerima warta dari ATC AirNav Indonesia, tim ARFF bergerak cepat memadamkan api dan mengevakuasi korban. Dari total 350 orang di pesawat, disimulasikan 187 orang selamat, 143 orang luka-luka, dan 20 orang meninggal dunia. Skenario ini menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dengan melibatkan puluhan instansi eksternal (KNKT, Otaban, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kepolisian, TNI AU, RS rujukan, hingga damkar daerah).

Apresiasi dan Kelancaran Operasional

Nugroho Jati menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat pengguna jasa bandara. Kegiatan latihan ini dipastikan tidak mengganggu pelayanan penerbangan komersial karena sosialisasi telah dilakukan secara masif sebelumnya.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru