KPU dan Kesbangpol Buleleng Edukasi Pemilih Pemula SMA Negeri 1 Busungbiu Lewat Sosialisasi Pendidikan Demokrasi

Balijani.id, 17 Sep 2026, 08:52 WIB
Anggota KPU Buleleng Putu Arya Suarnata saat memaparkan materi pendidikan demokrasi dan politik kepada para siswa dalam sosialisasi di SMA Negeri 1 Busungbiu, Selasa (15/9/2026).

BULELENG, Balijani.id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik di SMA Negeri 1 Busungbiu, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.40 WITA ini diikuti oleh sekitar 100 siswa dan siswi kelas XII.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Busungbiu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota KPU Kabupaten Buleleng sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata, selaku narasumber utama, jajaran pimpinan sekolah, serta staf KPU Kabupaten Buleleng.

Dalam pemaparannya, Putu Arya Suarnata membedah esensi demokrasi sebagai sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Para siswa juga diajak memahami konsep Trias Politika sebagai pembagian kekuasaan negara demi mencegah pemusatan dan penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, penerapan Trias Politika yang ideal penting untuk melindungi hak-hak dasar warga negara, mendorong partisipasi publik, serta menjaga stabilitas sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, materi juga mengulas hakikat politik—baik secara normatif menurut KBBI maupun pandangan akademis Miriam Budiardjo—sebagai proses penentuan dan pelaksanaan tujuan bernegara serta tata kelola pendistribusian kekuasaan.

Esensi Pemilu dan Peran Penyelenggara

Pada kesempatan tersebut, Putu Arya menegaskan pentingnya pemungutan suara sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat, penguat sistem demokrasi, media pendidikan politik, serta mekanisme transisi kepemimpinan secara damai dan konstitusional. Ia juga memaparkan peran tiga lembaga penyelenggara pemilu:

Mengingat pemilih pemula memiliki populasi yang signifikan, generasi muda dinilai memegang peranan krusial dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Putu Arya menekankan bahwa kebijakan politik berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari siswa, mulai dari kebijakan biaya pendidikan, tarif telekomunikasi, fasilitas transportasi, hingga program subsidi. Oleh karena itu, pengawasan kritis dari masyarakat sangat diperlukan agar sistem terus berjalan di koridor yang tepat.

Budaya Demokrasi di Sekolah dan Imbauan Saring Informasi

Dalam konteks lingkungan sekolah, para siswa didorong untuk mengaplikasikan budaya demokrasi dengan aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan pandangan secara bertanggung jawab. Di samping itu, generasi muda diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu liar, melainkan selalu menyaring, mengklarifikasi, dan menelaah setiap informasi sebelum membagikannya.

Melalui penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada pemilu mendatang.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama para siswa dan ditutup dengan foto bersama. Seluruh acara berakhir pukul 12.00 WITA dengan tertib, aman, dan lancar.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru