Dorong Efisiensi Anggaran, Pemkab Klungkung Minta Desa Fokus Gali Potensi Lokal

Balijani.id, 16 Sep 2026, 22:31 WIB
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra didampingi tim monev kabupaten saat melaksanakan pemantauan tata kelola pemerintahan di tingkat desa, Selasa (25/9).

KLUNGKUNG, Balijani.id | Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah Kecamatan Klungkung dan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang disasar tim monev pada Selasa (25/9), dengan mengambil sampel di Desa Tusan dan Desa Nyanglan.

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung mendampingi tim dalam pemantauan yang dipusatkan di kantor desa masing-masing. Pemantauan ini mencakup empat bidang utama penyelenggaraan pemerintahan desa, yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa monev dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memotret realitas tata kelola pemerintahan desa secara objektif.

“Hasil potret ini akan kita sinkronkan dengan peraturan terbaru dan tata pelaksanaan yang seharusnya. Jika ada hal yang kurang dipahami atau diragukan oleh perangkat desa, di sinilah ruang untuk berkoordinasi langsung dengan tim monev kabupaten,” ujar Tjok Surya.

Selain sinkronisasi aturan, Wabup memberikan peringatan keras terkait pengawasan dan efisiensi penggunaan anggaran desa. Ia meminta seluruh jajaran perangkat desa dan masyarakat untuk disiplin serta transparan dalam mengelola keuangan.

“Jangan main-main terkait tata kelola penggunaan anggaran, jangan sampai ada yang bermasalah. Setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menyikapi penyesuaian dan pemotongan anggaran daerah saat ini, Tjok Surya meminta pihak desa ekstra cermat dalam menyusun program kerja dengan memprioritaskan kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Saya minta dengan sangat, rancang kegiatan yang benar-benar tepat sasaran. Kurangi kegiatan yang bersifat seremonial, pastikan program yang dibuat langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, desa juga harus rajin menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” pungkasnya.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru