News  

Bandara I Gusti Ngurah Rai Sambut Kedatangan 50 Bhikkhu Peserta Indonesia Walk for Peace 2026

Balijani.id, 8 Mei 2026, 07:06 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai Sambut Kedatangan 50 Bhikkhu Peserta Indonesia Walk for Peace 2026

Mangupura, Balijani.id | 8 Mei 2026 – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyambut kedatangan 50 Bhikkhu peserta kegiatan Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 di terminal kedatangan internasional pada Kamis (7/5) malam.

Para Bhikkhu yang berasal dari Thailand, Laos, dan Malaysia tersebut mengikuti perjalanan spiritual sekaligus kampanye perdamaian bertajuk Indonesia Walk for Peace. Kegiatan ini dilaksanakan melalui ritual berjalan kaki atau Thudong melintasi sejumlah wilayah di Indonesia sebagai simbol penyebaran nilai kedamaian, toleransi, dan harmoni antarsesama.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pihaknya bangga dapat menjadi bagian dari penyambutan kegiatan yang membawa pesan universal tentang perdamaian tersebut. Menurutnya, momentum ini juga mencerminkan Bali sebagai destinasi dunia yang menjunjung tinggi keberagaman budaya, harmoni, dan spiritualitas.

“Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan selamat datang kepada seluruh Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace. Sebagai pengelola bandara, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kedatangan para Bhikkhu yang akan memulai perjalanan spiritual Thudong,” ujar Nugroho Jati.

Ia menambahkan, kehadiran para Bhikkhu di Bali membawa pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan, dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. “Kami berharap perjalanan spiritual ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak,” lanjutnya.

Para Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 21.30 WITA menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK374 rute Kuala Lumpur–Denpasar. Pihak bandara turut memberikan dukungan pelayanan guna memastikan proses kedatangan rombongan berjalan lancar dan nyaman.

Penyambutan dilakukan secara hangat dengan melibatkan komunitas bandara serta sejumlah pihak terkait yang hadir memberikan penghormatan kepada para Bhikkhu setibanya di Bali.

“Proses kedatangan para Bhikkhu berjalan lancar dengan dukungan berbagai instansi, di antaranya Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina. Seluruh fasilitas pelayanan bandara juga kami pastikan dalam keadaan prima,” kata Nugroho Jati.

Indonesia Walk for Peace merupakan ritual perjalanan spiritual lintas daerah atau Thudong yang bertujuan menyebarkan semangat perdamaian dan nilai kemanusiaan dalam rangka Hari Raya Waisak. Para Bhikkhu akan menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan berjalan kaki melintasi berbagai kota di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DI Yogyakarta sebelum berakhir di Candi Borobudur, Magelang.

Melalui perjalanan tersebut, para Bhikkhu mengajak masyarakat untuk memperkuat toleransi, kepedulian sosial, serta hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Sebagai bandara yang melayani jutaan pengguna jasa dari berbagai negara dan latar belakang budaya, bangsa, maupun agama, Bandara I Gusti Ngurah Rai terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif serta mendukung berbagai kegiatan internasional, budaya, maupun spiritual yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Bali,” pungkas Nugroho Jati.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru