Singaraja, Balijani.id ~ Ratusan keluarga di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Bali membuang sampah rumah tangga disepanjang jalan desa. Akibatnya, jalanan di Desa Pengastulan penuh dengan sampah rumah tangga yang menimbulkan aroma tidak sedap disekitaran desa. Pembuangan sampah oleh warga tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap petugas kebersihan Yang tidak kunjung memungut sampah disetiap rumah warga selama lima hari. Padahal warga setiap bulannya membayar iuran kebersihan. Merasa kesal dengan petugas kebersihan yang tidak memungut sampah warga, akhirnya sampah rumah tangga tersebut oleh warga di buang disepanjang jalan desa.
Wayan Darmayasa salah seorang warga Desa Pengastulan mengatakan, warga merasa kecewa karena sudah lima hari sampah dimasing masing rumah warga tidak diambil oleh petugas.
Sedangkan TPA disekitar Desa Pengastulan semua menolak sampah dari Desa Pengastulan karena tunggakan pembayaran lebih dari Sepuluh juta tidak dibayarkan oleh pihak desa.
“warga kecewa, karena sudah lima hari sampah rumah tangga dimasing masing rumah warga tidak diangkut oleh petugas. Melapor sudah, namun tidak ada tanggapan, jadi warga beramai ramai membuang sampahnya ke jalan raya,” ujar Wayan Darmayasa.
Hal senada juga disampaikan Bapak Yudi Warga yang sempat mengangkut sendiri sampah nya ke jalanan.
“Menurut Yudi, dana pungutan sampah atau dana kebersihan, rutin dipungut tiap bulan ke warga. Namun petugas kebersihan tidak kunjung mengambil sampah itu. “tanpa di komando, semua warga membuang sampahnya ke jalan, ” ujar Yudi
Sementara petugas Desa sampai berita ini diturunkan, tidak ada yang bisa dikonfirmasi terkait aksi buang sampah dijalanan.
[ BJ/EMH ]










