Buleleng, Balijani.id| Buleleng tak hanya dikenal dengan pariwisatanya, tetapi juga sebagai lumbung pangan Bali Utara. Dengan bentang alam nyegara gunung dan melimpahnya sumber mata air, sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi daerah.
Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Buleleng mencapai hampir 25 persen, menempati posisi kedua setelah sektor akomodasi dan makan minum. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng fokus menjaga keberlanjutan pertanian melalui penguatan infrastruktur irigasi.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air bagi petani. Pemeliharaan irigasi dilakukan secara merata dengan melibatkan subak di seluruh wilayah.
“Wilayah Buleleng adalah wilayah agraris yang nyegara gunung dengan banyak sumber mata air sehingga sangat mendukung untuk sektor pertanian. Untuk itu agar ketersediaan air bagi petani tetap terjaga kami berkomitmen memelihara saluran irigasi petani di wilayah Buleleng bersama Subak-Subak yang tersebar di 9 kecamatan dengan alokasi anggaran 10 miliar ditahun 2026 ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 akan dikerjakan 25 paket perbaikan saluran irigasi di sembilan kecamatan. Pekerjaan dijadwalkan mulai Februari dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan mencakup perbaikan fisik saluran, pintu air, serta dinding dan lantai irigasi.
Menurut Putu Adiptha, Buleleng memiliki tiga sumber air utama yang dibendung untuk kebutuhan pertanian dan rumah tangga. Potensi alam tersebut harus dikelola dan didistribusikan secara adil kepada petani.
“Wilayah Buleleng memiliki 3 sumber air utama yang dibendung yaitu di Tamblang, Titab dan Gerokgak sebagai air baku pertanian dan rumah tangga. Selain itu banyak mata air dan air terjun, serta sungai yang dimiliki Buleleng,” jelasnya.
Diharapkan penguatan irigasi ini mampu menjamin air pertanian sepanjang tahun. Dengan irigasi yang terawat, produktivitas meningkat dan ketahanan pangan daerah diyakini tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin kuat.
[ Editor : Sarjana ]











