PHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih

Balijani.id, 25 Okt 2026, 10:27 WIB
Pengurus PHDI Pusat masa bakti 2026–2031 melaksanakan upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Jumat (24/10/2026).

KARANGASEM, Balijani.id | Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2026–2031 menggelar upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Jumat (24/10/2026). Upacara ini dilakukan setelah seluruh pengurus dilantik, sebagai rangkaian awal pengabdian pengurus baru.

Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengatakan kegiatan di Besakih ini diikuti oleh Sabe Pandita, Sabe Walaka, dan Pengurus Harian PHDI Pusat.

“Om Swastiastu. Hari ini kami berada di Besakih, di Pura Besakih dalam rangka kegiatan Mejaya-jaya dan Mesimakrama setelah kami dilantik pengurus PHDI tahun 2026 sampai 2031,” ujar Cantiasa saat ditemui di Pura Besakih.

Menurut dia, upacara Mejaya-jaya memiliki dua tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk penyucian dan pembersihan diri secara sekala dan niskala. Kedua, sebagai wujud syukur atas amanah dan mandat yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta umat Hindu di seluruh Nusantara.

“Tujuannya adalah dalam rangka untuk penyucian diri, pembersihan diri, dan kita mensyukuri daripada amanah ataupun mandat dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga umat Hindu yang ada di seluruh Nusantara setelah kita didaulat untuk menjadi pengurus PHDI,” kata Cantiasa.

Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Jumat (24/10/2026).

Cantiasa menjelaskan, dalam prosesi tersebut, para pengurus memohon doa restu dan anugerah agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Ia berharap pengurus baru dituntun dan dijauhkan dari segala cobaan dan halangan.

“Yang kedua adalah tujuannya menyampaikan rasa syukur dan mohon doa restu dan juga anugerah agar kita semua yang menjadi pengurus PHDI yang baru ini bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dituntun dan dijauhkan dari cobaan, halangan dan sebagainya,” ucapnya.

Mewujudkan Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Tujuan akhir dari kepengurusan ini, lanjut Cantiasa, adalah mewujudkan visi besar PHDI sebagai rumah besar umat Hindu Nusantara.

“Sehingga tugas daripada pengurus PHDI bisa mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mewujudkan PHDI menjadi rumah besar umat Hindu Nusantara,” tegas Cantiasa.

Ia menegaskan bahwa masa bakti kepengurusan PHDI Pusat adalah periode 2026–2031. Untuk upacara di Besakih kali ini, PHDI mengundang unsur lengkap. Selain pengurus harian PHDI Pusat, hadir pula pengurus PHDI provinsi, PHDI kabupaten/kota di seluruh Indonesia, organisasi kemasyarakatan yang bernafaskan Hindu, para rektor dan akademisi dari perguruan tinggi Hindu, tokoh puri, tokoh-tokoh umat, kesatuan adat se-Bali, serta unsur generasi muda Hindu seperti Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Puskor Indonesia, dan Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah).

Kegiatan Mejaya-jaya ini menjadi tradisi yang selalu dilakukan setiap awal masa kepengurusan PHDI Pusat di Pura Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu Nusantara.

Kredit Editorial

  • Penulis: Guswedha
  • Editor: Redaksi Balijani.id
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru