News  

Gubernur Koster Jajaki Peluang Ekspor Sapi Bali ke Timor-Leste, Dorong Kerja Sama Peternakan yang Saling Menguntungkan

Balijani.id, 23 Okt 2026, 22:48 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Timor-Leste, Marcos Da Cruz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026).

DENPASAR, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya memperluas pasar bagi komoditas unggulan daerah. Terbaru, Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Timor-Leste, Marcos Da Cruz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan bilateral ini membahas peluang kerja sama strategis di sektor peternakan, khususnya potensi ekspor sapi Bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor-Leste.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah. Bagi Bali, kemitraan ini membuka peluang perluasan pasar internasional bagi komoditas peternakan lokal, sementara Timor-Leste dapat memanfaatkan keunggulan genetik sapi Bali guna memperkuat ketahanan pangan dan produksi ternak nasionalnya.

Dalam pembahasan awal, Pemerintah Timor-Leste menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki pasokan hingga 10.000 ekor sapi dari Bali. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa angka potensi tersebut masih memerlukan pendataan dan verifikasi teknis secara cermat di lapangan.

“Pendataan harus akurat mencakup jumlah ternak yang siap dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal-usul, hingga kondisi kesehatan hewan. Kita harus memastikan kesiapan peternak dan fasilitas pendukung agar kebutuhan lokal tetap terpenuhi dan keberlanjutan populasi sapi Bali terjaga,” ujar Koster.

Standar Teknis dan Peningkatan Kapasitas SDM

Gubernur Koster juga menekankan pentingnya pemenuhan standar teknis dan regulasi ekspor sebelum kerja sama direalisasikan. Hal ini meliputi prosedur karantina, kelayakan transportasi ternak, kapasitas pengiriman, serta pemenuhan sertifikasi kesehatan hewan internasional sesuai ketentuan di Indonesia maupun Timor-Leste.

Selain mekanisme perdagangan ternak, pertemuan tersebut juga menyepakati pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Rencana kolaborasi akan mencakup pertukaran pengetahuan di bidang pembibitan, pemuliaan mutu genetik, pengelolaan manajemen peternakan, hingga pelatihan bagi para peternak.

Gubernur Koster berharap rencana kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis intensif antara Pemprov Bali, Pemerintah Timor-Leste, serta kementerian dan lembaga terkait. Kemitraan ini diharapkan hadir secara konkret, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan para peternak lokal di Bali.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru