Gubernur Koster Dorong Riset Kelautan untuk Perkuat Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

Pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Balijani.id, 17 Okt 2026, 21:04 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pengembangan sektor kelautan berbasis riset dan ilmu pengetahuan dalam jamuan makan malam bersama peserta PIT XXII ISOI 2026 di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).

DENPASAR, Balijani.id | Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pengembangan potensi sektor kelautan dan perikanan berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta teknologi. Langkah ini dinilai menjadi bagian strategis dalam memperkuat arah transformasi Ekonomi Kerthi Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) Tahun 2026 dalam acara jamuan makan malam di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tengah konsisten menjalankan transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali. Konsep ini bertumpu pada enam sektor unggulan, yakni:

  1. Pertanian organik;

  2. Kelautan dan perikanan;

  3. Industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali;

  4. UMKM dan koperasi;

  5. Ekonomi kreatif dan digital; serta

  6. Pariwisata.

Menurutnya, pengembangan keenam sektor tersebut diarahkan untuk membangun struktur perekonomian Bali yang lebih seimbang, tangguh, dan berkelanjutan. Transformasi ini sekaligus menjadi strategi utama dalam mengurangi ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata.

Meskipun wilayah daratan Bali relatif terbatas, Koster menilai perairan yang mengelilingi Pulau Dewata menyimpan potensi sumber daya laut yang luar biasa dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Bali ini wilayahnya kecil dan dikelilingi oleh laut. Walaupun perairannya tidak seluas daerah lain di Indonesia, di dalamnya terkandung kekayaan luar biasa yang belum diberdayakan secara maksimal,” ujar Koster.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran akademisi dan peneliti untuk memberikan masukan berbasis data saintifik. Melalui PIT XXII ISOI 2026, Gubernur Koster berharap para pakar oseanologi dapat melahirkan pemikiran serta rekomendasi strategis dalam merumuskan kebijakan sektor kelautan yang memberikan nilai tambah ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Keberpihakan Pangan Lokal dan Pelestarian Lingkungan

Selain potensi kelautan, Gubernur Koster juga menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam menggerakkan rantai ekonomi rakyat melalui penggunaan produk pangan lokal. Hal ini dibuktikan langsung dalam sajian jamuan makan malam yang sepenuhnya memanfaatkan bahan lokal—mulai dari beras, sayur, buah, ikan, hingga daging hasil petani dan nelayan Bali.

Tak hanya itu, Pemprov Bali terus memperketat kebijakan pelestarian lingkungan, salah satunya melalui pembatasan produk minuman kemasan plastik berukuran kurang dari satu liter guna mendukung pariwisata yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Dalam arahannya, Menko Zulkifli mengapresiasi langkah inovatif Pemprov Bali yang mengutamakan kemandirian pangan lokal serta pengembangan pengelolaan sampah menjadi energi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi nasional dalam memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Koster optimistis sektor kelautan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi baru yang menyejahterakan rakyat Bali lintas generasi.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru