JAKARTA, Balijani.id | Paguyuban Spiritual Lintas Agama Manggala Taksu Agung Nusantara menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya atas kebesaran hati serta sikap sportif yang ditunjukkan oleh Ari Dwipayana dalam dinamika pemilihan pengurus pada Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.
Sikap yang ditampilkan Ari Dwipayana dinilai menjadi teladan nyata dalam menjaga kedamaian, keharmonisan, serta komitmen untuk tetap memperkuat dan menyatukan umat Hindu di seluruh pelosok Nusantara. Manggala Taksu Agung Nusantara juga menekankan pentingnya PHDI untuk terus memberikan pengayoman, perlindungan, dan pelayanan yang tulus kepada seluruh umat.
Bersamaan dengan itu, Manggala Taksu Agung Nusantara secara resmi mengucapkan selamat atas terpilihnya jajaran pimpinan Manggala Tri Angga PHDI Pusat Periode 2026–2031:
-
Dharma Adhyaksa: Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita
-
Ketua Sabha Walaka: Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana
-
Ketua Pengurus Harian: Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa
Sikap Jiwa Besar dan Gentlemen’s Agreement
Dalam proses demokrasi organisasi tersebut, Ari Dwipayana yang sempat mendapat dukungan kuat dari berbagai PHDI Provinsi untuk posisi Ketua Sabha Walaka maupun Ketua Pengurus Harian menunjukkan kebesaran jiwa dengan memutuskan fokus berkompetisi pada pemilihan Ketua Pengurus Harian.
Usai pemungutan suara yang menetapkan Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa sebagai peraih suara terbanyak, Ari Dwipayana secara terbuka menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil keputusan Mahasabha.
“Saya dengan Nyoman Cantiasa sudah memiliki semacam gentlemen’s agreement. Apa pun hasil Mahasabha ini, kami akan saling mendukung, saling menguatkan, dan bekerja bersama,” tegas Ari Dwipayana usai penetapan hasil Mahasabha.
Ia menegaskan bahwa kepentingan organisasi dan pelayanan umat berada di atas segalanya.
“Bagi kami, yang jauh lebih penting daripada siapa yang menjadi ketua adalah bagaimana PHDI menjadi kuat, bersatu, dan mampu memberikan pengayoman, perlindungan, serta pelayanan kepada umat. Siapa pun yang mendapatkan mandat, mari kita berjalan bersama. Tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang disingkirkan. Semua kekuatan harus dirangkul dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” lanjutnya.
Pesan Transformasi dan Persatuan
Secara khusus, pesan mendalam dititipkan kepada jajaran Manggala Tri Angga terpilih mengenai pentingnya menyelaraskan konsolidasi internal dengan langkah pembaruan organisasi.
“Kita membutuhkan rekonsiliasi, konsolidasi, dan persatuan. Tetapi kita juga membutuhkan transformasi. Rekonsiliasi dan persatuan tanpa transformasi hanya akan membuat organisasi kita berhenti di tempat. Sebaliknya, transformasi tanpa rekonsiliasi dan konsolidasi akan membuat kita mengalami involusi: sibuk bergerak, tetapi hanya berputar-putar tanpa kemajuan yang berarti,” pungkas Ari.
Manggala Taksu Agung Nusantara berharap kepengurusan PHDI Pusat periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Manggala Tri Angga dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, merangkul seluruh elemen Nusantara, serta mewujudkan transformasi organisasi yang solid, harmonis, dan inklusif.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














