Jaga Peradaban dan Tradisi Bali, Bupati Klungkung Hadiri Puncak Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI

Balijani.id, 11 Okt 2026, 15:06 WIB
Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival, Sabtu (10/10/2026).

KLUNGKUNG, Balijani.id | Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival di Pelataran Pemedal Agung Kertagosa, Klungkung, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka pelestarian budaya tradisional khas Puri Agung Klungkung ini diawali dengan prosesi kirab dari Puri Agung Klungkung menuju kawasan Kertagosa. Dalam prosesi tersebut, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan parade budaya, sebelum akhirnya dilanjutkan menuju pelataran Pemedal Agung Kertagosa.

Simbol Peradaban dan Identitas Bali

Dalam sambutannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Puri Agung Klungkung yang secara konsisten melaksanakan agenda budaya ini. Menurutnya, perayaan ini merupakan wujud nyata penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi Bali.

  • Pusat Peradaban Masa Lampau: “Klungkung memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dan peradaban Bali sebagai pusat kerajaan pada masa lampau. Puri Agung Klungkung bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol perjalanan peradaban kepemimpinan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur,” tegas Bupati Satria.

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan dalam seremoni, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku, penghormatan terhadap adat, serta kecintaan terhadap identitas masyarakat Bali. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat ikatan antargenerasi dan menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan daerah.

Komitmen Pelestarian Budaya dan Dorongan Pariwisata

Sementara itu, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra menjelaskan bahwa peringatan abhiseka ini digelar sebagai bentuk komitmen Puri Agung Klungkung untuk menjaga adat istiadat di tengah tantangan era modernisasi dan kemajuan teknologi.

  • Menjaga Tradisi di Era Modern: “Meski tantangan pelestarian di era modern sangat berat, kami terus berupaya agar adat dan budaya tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dijalankan. Di samping itu, peringatan ini juga bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung agar semakin dikenal di seluruh Nusantara dan lebih bergairah,” ungkap Ida Dalem Smara Putra.

Ida Dalem turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung atas dukungan berkelanjutan terhadap pelestarian adat dan budaya. Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara dalam perayaan ini, lanjutnya, menjadi simbol kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Meskipun kita berbeda cara dan metode dalam melestarikan adat dan budaya, tujuan kita tetap satu, yaitu menjaga persatuan. Jangan kita besar-besarkan perbedaan, tetapi mari kita besar-besarkan persamaan,” pungkasnya.

Puncak perayaan ini turut dihadiri oleh raja dan sultan Nusantara, penglingsir serta pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forkopimda Kabupaten Klungkung, serta para undangan terkait lainnya.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru