BANGLI, Balijani.id | Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli bukan sekadar ruang transaksi musiman.
Di balik ramainya stan kuliner, hasil pertanian, peternakan, hingga kerajinan IKM/UMKM, tersimpan sebuah gerakan sosial-ekonomi besar yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.
Gagasan yang lahir dari kepengurusan TP PKK periode 2018–2023 ini mengusung konsep serupa arisan bulanan yang bergilir ke seluruh kabupaten/kota di Bali. Lewat dukungan anggaran sekitar Rp200 juta per kegiatan, Pasar Rakyat ini sukses memicu perputaran ekonomi yang berlipat ganda, bahkan sering kali menembus angka Rp500 juta hingga Rp800 juta dalam sehari.
Lebih dari Sekadar Angka Penjualan
Bagi Putri Koster, nilai transaksi bukanlah esensi utama. Nilai tertinggi dari program ini adalah terciptanya ekosistem gotong royong.
Melalui konsep “Berbelanja dan Berbagi”, pengurus PKK membeli langsung produk dari para pedagang lokal di lokasi, lalu menyalurkannya kembali kepada 100 warga yang membutuhkan dalam bentuk paket sembako.
“Belanjaannya tidak kami bawa pulang. Dari dana yang dimiliki PKK, kami berbagi. Kami membeli langsung produk para pedagang di sini agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ungkap Putri Koster.
Ia juga menyerukan agar krama Bali mengutamakan produk lokal sendiri sebelum melirik produk luar. “Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimalnya untuk Bali. Jangan sampai terbalik, produk kita dijual keluar, lalu kita dengan bangga membeli produk dari luar,” tegasnya.
Gerakan Perubahan Mindset Sampah
Selain memperkuat ekonomi, momentum ini dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat terkait isu lingkungan.
Merujuk pada Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019, Putri Koster mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah berbasis sumber. Ia menekankan bahwa kebersihan Bali adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
Panggung Potensi Unggulan Bangli
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyambut baik acara ini sebagai ajang pameran potensi lokal. Bangli, yang dikenal sebagai produsen telur terbesar di Bali sekaligus satu-satunya penghasil telur Omega-3, memanfaatkan Pasar Rakyat ini untuk memperluas pasar ke seluruh Bali.
Melibatkan 27 pelaku IKM, 65 pelaku UMKM, dan 17 pelaku usaha pertanian, antusiasme warga Bangli begitu luar biasa. Terbukti hanya dalam waktu singkat hingga pukul 10.00 WITA, nilai transaksi yang tercatat sudah melesat di atas Rp217 juta.
Melalui sinergi ini, TP PKK kembali membuktikan perannya bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan motor penggerak perubahan sosial yang nyata—mulai dari dapur keluarga hingga kelestarian lingkungan Bali.
[ Editor : Sarjana ]













