Bukan Sekadar Karaoke, 37 Anak Sembiran Diuji Memahami Makna Perjuangan lewat Lagu Nasional

Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Koster bersama Ketua Karang Taruna Desa Sembiran Wayan Edy Gunawan saat menyaksikan penampilan peserta lomba karaoke lagu nasional di Sembiran Buleleng

BULELENG, Balijani.id | Di tengah derasnya lagu-lagu yang viral di media sosial, anak-anak Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, diajak kembali mengenal lagu nasional dan kepahlawanan. Bukan sekadar menghafal lirik, tetapi memahami pesan perjuangan yang terkandung di balik setiap lagu.

Pesan tersebut menjadi bagian dari lomba karaoke lagu nasional dan kepahlawanan yang digelar Karang Taruna Desa Sembiran dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 37 peserta mengikuti lomba, terdiri atas 20 anak-anak dan 17 remaja.

Tanamkan Patriotisme dan Seleksi Objektif

Ketua Karang Taruna Desa Sembiran, Wayan Edy Gunawan, mengatakan lomba tersebut dirancang sebagai sarana untuk menanamkan kembali semangat patriotisme kepada generasi muda. Menurutnya, anak-anak tidak cukup hanya mengenal lagu perjuangan, tetapi juga perlu memahami nilai yang terkandung di dalamnya.

“Jadi, harapan kita, semoga dengan lomba ini anak-anak muda tidak hanya hafal bagaimana lagu kepahlawanan. Mereka juga mengerti dan mampu mengimplementasikan makna setiap kata di balik lagu tersebut. Sehingga adik-adik kita, generasi muda kita tidak hanya hafal lagu-lagu yang trending di TikTok sekarang, tapi juga kembali ke masa lalu bagaimana para pahlawan kita tidak hanya berjuang melawan penjajah, tapi memotivasi kita dengan menciptakan lagu-lagu perjuangan,” ujarnya.

Untuk menjaga objektivitas, Karang Taruna terlebih dahulu menggelar seleksi pada 8 Agustus 2026. Dewan juri didatangkan dari luar Desa Sembiran karena seluruh peserta berasal dari desa setempat. Dari proses tersebut, terpilih 37 peserta yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti lomba.

Edy berharap kegiatan tersebut mampu mendorong anak-anak Sembiran menjadi generasi yang tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga memahami bentuk perjuangan pada masa kini. Tantangan mempertahankan kemerdekaan, menurutnya, tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, kemampuan, dan pengabdian.

“Harapannya sekali lagi dari lomba ini adik-adik kita memahami betul bahwasanya perjuangan saat ini lebih berat. Sehingga ke depannya adik-adik kita di Sembiran menjadi anak-anak muda yang berbakat, berbakti, dan berguna,” katanya.

Apresiasi dan Pesan Penguatan Karakter dari Putri Koster

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, mengajak generasi muda melihat peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk belajar mengisi kemerdekaan. Ia menyampaikan bahwa usia 81 tahun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus dilanjutkan dengan karya generasi berikutnya.

Menurut Putri Koster, lomba lagu wajib nasional menjadi cara sederhana sekaligus menyenangkan untuk menanamkan semangat patriotisme. Anak-anak diajak mengenal kembali sejarah kemerdekaan, termasuk tokoh Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta.

“Seperti sekarang ini, Ketua Karang Taruna mengajak anak-anak untuk mengisi kemerdekaan dengan cara yang paling mudah dan paling happy, yaitu lomba menyanyikan lagu-lagu wajib nasional. Kenapa? Ya Ibu tanya sama Pak Ketua, ‘Nggih Bu, karena lewat lagu kami ingin menitipkan semangat patriotisme untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita,'” ucapnya.

Putri Koster juga memberikan apresiasi kepada peserta melalui sejumlah hadiah. Untuk kategori remaja, juri memilih 10 besar dengan hadiah masing-masing Rp1 juta ditambah suvenir. Sementara kategori anak-anak mendapatkan hadiah Rp500 ribu beserta suvenir. Peserta yang belum meraih juara juga disiapkan hadiah tambahan.

Selain kompetisi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun karakter anak. Putri Koster mengingatkan pentingnya pendidikan, kemampuan, loyalitas, dan dedikasi sebagai bagian dari cara generasi muda mengisi kemerdekaan.

“Caranya untuk bisa jadi setia, jadilah kita anak Indonesia yang diharapkan oleh bangsa kita: berpendidikan cerdas, punya talenta, serta punya kesetiaan yang namanya loyalitas dan dedikasi,” katanya.

Panggung Penggalian Bakat Seni Generasi Muda

Lomba yang diikuti puluhan anak dan remaja tersebut juga menjadi ruang untuk menggali bakat seni dari Desa Sembiran. Penampilan peserta didukung live band sehingga mereka mendapat pengalaman tampil sekaligus menunjukkan kemampuan bernyanyi di hadapan masyarakat.

Kegiatan ini pun menempatkan lagu perjuangan bukan sekadar sebagai hiburan perayaan kemerdekaan. Dari panggung Desa Sembiran, generasi muda kembali diajak mengenal sejarah, memahami nilai perjuangan, dan membuktikan bahwa mengisi kemerdekaan dapat dimulai dari hal sederhana.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan