Belajar dari Bali, Wakatobi Siap Adopsi Strategi Tata Kelola Produk Lokal dan Pariwisata

Balijani.id, 26 Agu 2026, 13:02 WIB
Bupati Wakatobi Haliana bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha membahas tata kelola produk lokal dan pariwisata.
Bupati Wakatobi Haliana bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha membahas tata kelola produk lokal dan pariwisata.

DENPASAR, Balijani.id — Bali kembali menjadi percontohan nasional dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Bupati Wakatobi, Haliana, menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari secara langsung kebijakan dan tata kelola produk lokal Bali agar dapat diterapkan di daerahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Haliana saat bertemu dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu siang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster memaparkan langkah strategis Pemprov Bali dalam menguatkan perekonomian masyarakat melalui legalisasi dan penataan produk lokal, salah satunya minuman tradisional Arak Bali.

“Jangan dilarang, tetapi kita atur,” tegas Koster.

Ia menjelaskan bahwa Arak Bali kini mampu bersaing dengan minuman beralkohol kelas dunia setelah produksinya dijamin legal dan aman sesuai kriteria regulasi. Namun, legalitas tersebut tetap diiringi dengan tata kelola yang ketat—mulai dari legalitas perizinan, standar kemasan dan pelabelan, hingga jalur distribusi resmi melalui koperasi dan distributor lokal.

“Kita tidak memberikan izin untuk korporasi besar. Kita fasilitasi UMKM lokal Bali untuk mengambil bagian,” tambah Koster.

Bupati Wakatobi, Haliana, saat melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, guna mempelajari tata kelola produk lokal dan pengembangan pariwisata. (Foto: Istimewa/Balijani.id)

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Peraturan ini menjadi benteng perlindungan sekaligus instrumen pemajuan produk tradisional seperti arak, brem, dan tuak. Dampak positifnya terlihat nyata dari tingginya angka penjualan Arak Bali di gerai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Selain arak, Koster juga menyoroti potensi garam lokal Bali berkualitas tinggi yang kini terus didorong menjadi produk unggulan daerah. Di sisi lain, Koster menyarankan agar Wakatobi terus memperkuat paket wisata daerahnya melalui penguatan objek wisata utama, kesiapan akomodasi, hingga restoran berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wakatobi Haliana menyambut positif saran dan strategi dari Gubernur Bali. Apalagi saat ini konektivitas penerbangan langsung (direct flight) Bali–Wakatobi telah beroperasi dua kali seminggu, yang dinilai menjadi pintu masuk utama kerja sama kedua daerah.

“Program yang bagus di Bali bisa kita implementasikan juga di Wakatobi. Saya mohon izin ke Pak Gubernur, nanti kita akan lakukan studi banding terkait pemanfaatan produk lokal,” ujar Haliana.

Pertemuan ini menjadi pijakan awal kerja sama antardaerah dalam memperkuat pariwisata berbasis ekonomi kerakyatan dan pengembangan produk unggulan lokal.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru