BALI, Balijani.id | Ambisi Indonesia untuk melangkah ke panggung keuangan dunia kian nyata. Di bawah gagasan Presiden Prabowo Subianto, Bali diproyeksikan menjadi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan kerangka regulasi yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Perhelatan Coinfest Asia 2026 pada 20–21 Agustus di Bali menjadi panggung utama yang menegaskan matangnya ekosistem aset digital nasional di tengah transformasi ini.
Pertumbuhan sektor aset kripto di tanah air mencatatkan lonjakan signifikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan nilai transaksi kripto menembus Rp482,23 triliun sepanjang 2025, dengan jumlah investor terdaftar melonjak hingga 19,56 juta orang. Posisi kelembagaan industri ini makin kokoh seiring berlakunya Undang-Undang No. 4/2026 (perubahan UU P2SK) sejak Juni 2026, yang menempatkan penyelenggara jasa kripto berizin dalam pengawasan OJK setara dengan sektor perbankan dan sekuritas.
Integrasi Produk Global dan Kejelasan Regulasi
Dalam panel diskusi Coinfest Asia 2026, pimpinan Tokocrypto dan Binance menggarisbawahi bahwa kepastian hukum menjadi kunci utama dalam memimpin pertumbuhan pasar di Asia.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana dan Head of APAC Binance SB Seker menyoroti pentingnya penggabungan teknologi global dengan pendekatan lokal, termasuk rencana eksplorasi tokenisasi komoditas nasional seperti kelapa sawit dan karet.
Terobosan Saham Tokenisasi dan Real World Assets (RWA)
Satu di antara terobosan utama yang menjadi sorotan adalah ekspansi instrumen saham tokenisasi. Tokocrypto saat ini menguasai 64% pangsa pasar saham tokenisasi di Indonesia dengan menghadirkan akses ke 15 saham perusahaan global seperti Nvidia, Tesla, dan Microsoft.
Produk ini memungkinkan investor ritel domestik mendapatkan eksposur harga saham dunia secara fleksibel tanpa batas jam operasional bursa luar negeri. Per Juli 2026, volume perdagangan saham tokenisasi di platform tersebut telah melampaui US$467.000.
Melalui integrasi regulasi yang matang, perlindungan konsumen yang diperketat, serta inovasi produk seperti fitur Futures dan Real World Assets (RWA), Indonesia memperkuat posisinya di jajaran 10 besar pasar adopsi kripto dunia sekaligus mengukuhkan Bali sebagai hub keuangan masa depan.












