PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan, Utamakan Keselamatan dan Ketahanan Energi

Balijani.id, 26 Agu 2026, 13:31 WIB
Tim darurat PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama pemadam kebakaran berjibaku memadamkan titik api karhutla di sekitar area operasi migas Kalimantan.
Aksi sigap tim tanggap darurat PHI bersama pemadam kebakaran dan masyarakat dalam menjinakkan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah kerja Regional 3 Kalimantan.

KALIMANTAN, Balijani.id — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama seluruh anak perusahaan dan afiliasinya memperketat langkah pencegahan serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area operasional Regional 3 Kalimantan. Upaya terpadu ini dilakukan guna memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, lingkungan, serta keandalan fasilitas kilang migas.

Penanganan cepat dilaporkan telah berlangsung di beberapa titik rawan:

  • 20 Agustus 2026: Emergency Intervention Team (EIT) SPS PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Damkar Samboja berhasil mengendalikan titik api yang berjarak 100 meter dari fasilitas Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam.
  • 21 Agustus 2026: PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mengerahkan fire truck advancer dan vacuum truck berkapasitas 15.000–24.000 liter untuk membendung perambatan api di area Nilam Field, Muara Badak, Kutai Kartanegara.
  • Wilayah Bunyu: Tim Fire PT Pertamina EP (PEP) Bunyu berkolaborasi dengan Damkar Kaltara memadamkan kebakaran lahan di Jalan Lingkar Bunyu, sekitar 14,1 kilometer dari fasilitas operasi.

Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi prioritas utama perusahaan mengingat dampaknya yang langsung bersentuhan dengan keselamatan jiwa dan fasilitas strategis nasional.

“Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Muharram.

Pencegahan dan Edukasi Berbasis Masyarakat

Tak sekadar responsif saat api berkobar, PHI menggiatkan langkah preventif. Melalui Tim Community Based Security, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) merangkul warga Kelurahan Lawe-Lawe dalam sosialisasi bahaya kebakaran lahan. Di saat bersamaan, PEP Tarakan menggandeng BPBD Kaltara dan BPBD Kota Tarakan mengedukasi relawan di Kecamatan Tarakan Timur.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengungkapkan tantangan cuaca ekstrem berupa lonjakan suhu mencapai 34–36 °C yang mempercepat kekeringan vegetasi, terutama pada kawasan gambut.

“Kondisi lahan gambut memerlukan pemadaman dan pembasahan ekstra agar api di bawah permukaan tanah tidak kembali menyala. Karena itu, koordinasi rapat dengan pemda, aparat keamanan, dan relawan menjadi kunci suksesnya penanggulangan,” terang Dony.

Dony menambahkan, menjaga stabilitas area kerja dari bencana karhutla merupakan pondasi penting dalam mempertahankan produksi hulu migas demi tercapainya ketahanan energi nasional. Penerapan tanggap bencana ini sekaligus mempertegas komitmen PHI terhadap tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru