Tekankan Pelayanan Terbaik, Wakapolda Bali: Kehadiran Polri Harus Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Balijani.id, 6 Jul 2026, 04:01 WIB
Wakapolda Bali Brigjen Pol I Made Astawa SIK saat berdiri di podium memimpin jalannya Apel Jam Pimpinan di halaman depan Mapolda Bali

Denpasar, Balijani.id | Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., memimpin langsung kegiatan Apel Jam Pimpinan yang digelar di halaman depan Mapolda Bali, Senin (6/7/2026). Jalannya apel ini diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polda Bali.

Dalam arahannya, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel atas dedikasi dan kinerja optimal yang telah diberikan, khususnya dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Momentum memasuki bulan Juli ini diharapkan menjadi waktu yang tepat bagi seluruh satuan kerja untuk melakukan evaluasi mendalam, memperbaiki kekurangan, dan mendongkrak kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wakapolda menekankan bahwa institusi Polri harus selalu hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Berbagai isu yang menjadi perhatian publik, terutama menyangkut keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamtibcarlantas), wajib ditangani secara serius, cepat, dan terukur.

Optimalisasi Layanan 110 dan Ruang Partisipasi Publik

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan sosialisasi layanan darurat Polri 110. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin mudah melapor dan mendapatkan respons bantuan kepolisian secara cepat. Menurutnya, eksistensi Polri tidak boleh hanya terlihat pada tugas rutin, tetapi harus menyentuh berbagai ruang kehidupan masyarakat.

“Polri harus inklusif, bukan eksklusif. Setiap kegiatan perlu membuka ruang partisipasi masyarakat agar aspirasi, keluhan, dan persoalan yang berkembang dapat didengar serta ditindaklanjuti dengan baik,” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolda Bali turut menyoroti pelaksanaan program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan penguatan ketahanan pangan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Polda Bali dan Polres untuk terus mengoptimalkan program tersebut agar memberikan manfaat nyata. Penggunaan bahan baku dari pelaku UMKM lokal juga ditekankan guna mendongkrak perputaran ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

Pengawasan WNA dan Penegakan Hukum Lokal

Tak hanya sektor sosial-ekonomi, Wakapolda Bali memberikan perhatian khusus terhadap aspek penegakan hukum lokal, terutama keberadaan warga negara asing (WNA) yang menjalankan usaha secara ilegal di Bali. Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan harus terus diperketat, khususnya terhadap aktivitas usaha asing yang tidak memenuhi regulasi dan persyaratan yang berlaku di Indonesia.

Menghadapi dinamika dan tantangan tugas ke depan, termasuk pelaksanaan berbagai operasi kepolisian, Brigjen Pol. I Made Astawa meminta seluruh personel untuk bekerja secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab. Jika terdapat kendala di lapangan, personel diminta menyampaikannya secara terbuka kepada pimpinan langsung agar segera dicarikan solusi terbaik.

Menutup arahannya, Wakapolda Bali mengajak seluruh personel menjadikan momentum apel jam pimpinan ini untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, terarah, terukur, dan penuh tanggung jawab. Berikan pelayanan terbaik, karena kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru