Denpasar, Balijani.id| Ketegasan sikap Indonesia terhadap Israel kembali terlihat jelas, dari Bali hingga Jakarta. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan konsistensinya membela rakyat Palestina dengan menolak kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 2023 di Bali. Keputusan ini diambil meski menghadapi tekanan politik nasional dan internasional.
Koster menegaskan bahwa penolakan ini bukan soal olahraga semata, melainkan prinsip ideologis dan politik Indonesia.
“Perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina sudah jauh melampaui batas kemanusiaan,” ujar Koster.
Sikap tegas ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang memutuskan untuk tidak memberikan visa bagi atlet Israel pada ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta, 19–25 Oktober mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan langkah pemerintah pusat tersebut.
“Sikap pemerintah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan. Terakhir, dalam pidato beliau di PBB yang sangat keras mengecam Israel yang terus-menerus melakukan kekejaman dan kebiadaban atas rakyat Palestina, terutama di Gaza.”
Yusril menambahkan, Indonesia berpendirian tegas untuk tidak melakukan hubungan atau kontak apapun dengan Israel.
“Ini adalah bentuk konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan dan hak-hak kemanusiaan bangsa Palestina,” jelasnya.
Langkah koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kehadiran kontingen Israel bukan sekadar persoalan olahraga. Keputusan ini mencerminkan konsistensi dan komitmen bangsa Indonesia dalam menegakkan prinsip kemanusiaan dan amanat konstitusi negara.
Dengan kebijakan ini, Indonesia menegaskan posisinya di kancah internasional sebagai negara yang tegas membela hak asasi dan kedaulatan Palestina, sekaligus menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi isu kemanusiaan global.
[ Editor : Sarjana ]








