Badung ( Bali ), Balijani.id ~ Jum’at, 13 Oktober 2023, telah diselenggarakan kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) Pembentukan dan Pengesahan Asosiasi Kajian Budaya Indonesia (AKBI) bertempat di Prodi Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.
Kegiatan ini menjadi wadah aspirasi alumni dan pengelola program studi S2 dan S3 Kajian Budaya di Indonesia sekaligus menjadi ajang reuni. Kegiatan ini juga atas inisiasi dari tim inisiator yang terdiri dari 9 orang dari beberapa perguruan tinggi, tetapi sama-sama merupakan alumni Kajian Budaya Universitas Udayana. Tim inisiator tersebut adalah 1) Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D (Universitas Udayana), 2) Prof. Dr. I Wayan Dana, S.S.T., M.Hum. (ISI Yogyakarta), 3) Prof. Dr. La Taena, M.Si. (Universitas Halu Oleo), 4) Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. (Universitas Pendidikan Indonesia), 5) Dr. Syafril, M.Si. (Universitas Andalas), 6) Dr. I Ketut Surata, M.Sc. (Politeknik Pariwisata Bali), 7) Dr. Nanang Sutrisno, S.Ag., M.Si. (Universitas Udayana), 8) Dr. I Wayan Suardiana, M. Hum. (Universitas Udayana), dan 10) Dr. Asmyta Surbakti, M.Si. (Universitas Sumatera Utara).
Lebih lanjut, Yulianwan menjelaskan; pembentukan asosiasi ini sudah menjadi gagasan semenjak tahun 2022 yang bertepatan dengan HUT Kajian Budaya ke-21 dan diperkuat dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung seperti penyelenggaraan webinar dan penerbitan bookchapter sampai pada akhirnya terlaksana Musyawarah Nasional (MUNAS) I Asosiasi Kajian Budaya Indonesia (AKBI) di bulan Oktober ini.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 35 instansi/lembaga dari 11 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut diluar dari tim inisiator dan para tamu kehormatan yang hadir dalam kegiatan ini seperti Wakil Gubernur Provinsi Bali periode 2018-2023 sebagai opening speech di pembukaan. Selain itu, hadir pula Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si dan Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum selaku Rektor ISI Surakarta.
Yuliawan juga menjelaskan bahawa agenda utama dari kegiatan MUNAS ini terdiri dari dua kegiatan yaitu sidang pembahasan AD-ART serta Pemilihan Ketua AKBI yang pertama. Agenda sidang pertama dipimpin oleh Yuliawan Kasmahidayat sebagai perwakilan tim inisiator yang membahas pasal-per-pasal dari AD-ART yang sudah disusun. Selepas jeda, agenda dilanjutkan oleh sidang kedua yang dipimpin oleh I Nyoman Darma Putra dan menghasilkan Yuliawan Kasmahidayat sebagai ketua dewan pengurus AKBI periode 2023-2026 dengan mekanisme aklamasi.
EKKIP LPPM sendiri akan memafaatkan kesempatan ini melalui Yuliawan sebagai ketua dewan pengurus terpilih, untuk dapat melebarkan sayap kolaborasi antar institusi. Seperti yang diketahui bahwa EKKIP adalah pusat kajian yang berfokus dalam bidang ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan industri pariwisata yang mana AKBI dapat menjadi jembatan untuk berkolaborasi dengan para peserta maupun pengurus yang berasal dari perguruan tinggi yang berfokus di tiga bidang sesuai EKKIP tersebut. Seperti pada contohnya salah satu anggota AKBI berasal dari Politeknik Pariwisata Bali, ISI Denpasar, Institut Bisnis dan Pariwisata Internasional. Sebagai penjajagan awal pada saat Munas EKKIP berkolaborasi dengan mengajak civitas Poltekpar Bali, untuk pengadaan perangkat acara (notulensi serta bagian Front Office). Kolaborasi ini akan dilakukan dalam jangka panjang, yang ditandai dengan penandatangan Surat Perjanjian Kerjasama. Selain itu Yuliawan juga melakukan perbincangan dengan Prof. Dr. Rosta Minawati, S.Sn.,M.Si. dari ISI Padang Panjang Sumatera Barat peluang kerjasama bidang EKKIP yang akan berkolaborasikan juga dengan pihak Perguruan Tinggi di Luar Negeri sebagai mitra ISI Padang Panjang.
Pada kegiatan Munas pertama ini juga Yuliawan sebagai tim inisiator, panitia, serta Kapus EKKIP LPPM UPI, berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Denpasar asuhan Reni Anggraeni sebagai opening art , yang menampilkan Tari Sekar Jagat. Kolaborasi merupakan kolaborasi yang ketiga kalinya, dimana dua kegiatan sebelumnya dalam bentuk pementasan bersama di Pesta Kesenian Bali tahun 2023 di Denpasar, serta kegiatan Online FGD Monumentalisme Dalam Seni Pertunjukan Tradisional Bali, dima Yuliawan sebagai narasumber. Kolaborasi tersebut menjadi dasar disepakatinya kegiatan lainnya dalam waktu jangka panjang yang akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerjasama.
Selamat untuk Dr. Yuliawan Kasma hidayat
[ BJ/NR ]








