News  

Didukung Wamen Pangan dan Zulkifli Hasan, Bali Bersiap Jadi Pionir ‘Waste to Energy

Balijani.id, 7 Jul 2026, 14:21 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Apel Siaga Pilah Sampah di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar

DENPASAR, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen penuh untuk mengubah paradigma penanganan sampah di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak boleh lagi bertumpu pada penyelesaian di hilir atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semata, melainkan wajib dituntaskan langsung sejak dari sumbernya.

Hal tersebut disampaikan dalam Apel Siaga Pilah Sampah yang berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa (7/7/2026). Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, yang kini diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Melalui kebijakan ini, seluruh elemen masyarakat dituntut untuk bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan sendiri.

“Langkah paling awal sekaligus paling menentukan dalam pengelolaan sampah adalah melakukan pemilahan dari sumbernya. Pilah sampah tidak hanya sekadar memisahkan sampah organik dan non-organik, tetapi juga menjadi wujud nyata kesadaran, tanggung jawab, dan budaya baru masyarakat dalam menjaga lingkungan,” tegas Wayan Koster.

Skema Keberlanjutan Gerakan Pilah Sampah

Gerakan pilah sampah ini dirancang untuk menciptakan sistem lingkungan yang berkelanjutan dengan skema sebagai berikut:

  • Sampah Organik: Dipisahkan agar dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan lahan pertanian serta mendukung program ketahanan pangan.

  • Sampah Non-Organik: Dipilah untuk didaur ulang sehingga mampu memberikan nilai ekonomis tambahan sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan ikut menegaskan bahwa kunci utama pengelolaan sampah memang berada pada pemilahan sejak dari sumber, terutama lingkup rumah tangga, sekolah, kantor, pasar, dan pusat aktivitas publik. Menurutnya, perubahan budaya memilah sampah memang membutuhkan waktu. Namun, Bali dinilai memiliki peluang untuk bergerak lebih cepat karena adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah dan dukungan penuh masyarakat.

Bali Diproyeksikan Jadi Daerah Pertama ‘Waste to Energy’

Lebih lanjut, Zulkifli juga menyampaikan kabar baik bahwa Bali akan diproyeksikan menjadi daerah pertama dalam rencana peluncuran teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Program inovatif ini diharapkan menjadi bagian dari solusi konkret untuk menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Di akhir acara, Gubernur Koster memberikan apresiasi tinggi kepada TNI/Polri, komunitas, serta para pelajar yang ikut ambil bagian. Keterlibatan aktif generasi muda ini dipandang sebagai fondasi krusial dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan sejak usia dini demi mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru