KKN-PPM UGM Dorong Pertanian Berkelanjutan di Songan Kintamani Lewat Eco Enzyme

Balijani.id, 5 Jul 2026, 06:30 WIB
Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama dosen Universitas Warmadewa Gede Sutapa dan Kelompok Tani Bangun Merta saat mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme di Desa Songan

Bangli, Balijani.id | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian lokal.

Dalam pelatihan ini, berbagai limbah rumah tangga dan pertanian—seperti daun bawang, sisa buah, kulit bawang, hingga sisa bumbu dapur—diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), kompos, fungisida alami, hingga pakan ternak.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Songan ini diikuti dengan antusias oleh anggota Kelompok Tani Bangun Merta yang dipimpin oleh I Putu Gede. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aktif, mulai dari pemaparan konsep Eco Enzyme hingga praktik langsung pembuatan POC dan fungisida alami.

Optimalisasi Limbah untuk Nilai Ekonomi Tinggi

Sesi materi dan praktik dipandu langsung oleh Gede Sutapa, akademisi sekaligus dosen dari Universitas Warmadewa (Unwar).

“Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai sesungguhnya dapat diolah menjadi produk yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian, sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Gede Sutapa di sela-sela pelatihan.

Ketua Kelompok Tani Bangun Merta, I Putu Gede, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi para petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang selama ini terbuang sia-sia.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami jadi tahu cara mengolah limbah daun bawang, kulit bawang, sisa buah, dan bumbu dapur menjadi sesuatu yang berguna untuk lahan kami,” tegas Putu Gede.

Harapan Petani untuk Keberlanjutan Program

Melihat besarnya manfaat program ini, para petani berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan penerapan teknologi sederhana berbasis limbah organik ini, mereka optimis dapat menekan biaya produksi pertanian, meningkatkan kualitas hasil panen, dan pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan petani di Desa Songan.

Melalui program ini, KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan melalui inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, Kagama Bali, akademisi, dan kelompok tani ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru