Buleleng, Balijani.id | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan audiensi dari perwakilan mahasiswa aliansi Cipayung Plus pada Jumat (3/7).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Gabungan Komisi Gedung Dewan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, bersama jajaran pimpinan dan anggota dewan lintas fraksi. Audiensi ini digelar secara dinamis dan konstruktif sebagai tindak lanjut dari aspirasi damai yang diajukan mahasiswa terkait sejumlah isu krusial, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Fokus Utama Pembahasan
Diskusi dalam pertemuan ini mengerucut pada tiga sektor fundamental di Kabupaten Buleleng:
-
Program Pendidikan: Pengawalan anggaran dan efektivitas program sebagai pondasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
-
Pelayanan Kesehatan: Peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
-
Pembenahan Infrastruktur: Percepatan pembangunan fasilitas publik guna menunjang roda perekonomian daerah.
Klarifikasi dan Apresiasi dari Ketua DPRD
Dalam sambutannya, Ketut Ngurah Arya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian kritis para mahasiswa. Beliau juga memberikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait aksi orasi mahasiswa sebelumnya yang belum sempat disambut langsung.
“Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bukan karena kami tidak mau menerima, namun saat itu bertepatan dengan kegiatan persembahyangan keagamaan di kawasan Pura areal gedung dewan. Selain itu, secara regulasi administratif, surat pemberitahuan belum sempat masuk sehingga kami tidak mengetahui jadwal tersebut secara pasti,” terang Ketut Ngurah Arya.
Komitmen dan Langkah Kerja Sama ke Depan
Ketua DPRD mengajak mahasiswa untuk fokus memberikan solusi nyata bagi pembangunan Buleleng, bukan sekadar menyampaikan tuntutan.
-
Ruang Khusus Isu Nasional: Untuk pembahasan isu nasional, DPRD akan memberikan waktu dan ruang khusus di ruangan pimpinan pada sesi terpisah.
-
Komitmen Kolektif: DPRD Buleleng berkomitmen membedah seluruh poin aspirasi mahasiswa secara kolektif kolegial.
-
Prioritas Legislatif: Poin-poin krusial yang belum bisa terjawab secara instan dipastikan akan menjadi PR prioritas legislatif untuk dikoordinasikan lebih lanjut bersama pihak eksekutif.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan draf tuntutan oleh perwakilan mahasiswa untuk dikaji lebih dalam demi kemajuan Kabupaten Buleleng.
[ Editor: Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













