Denpasar, Balijani.id ~ Siwaratri ini adalah bahwa kita akan melakukan peleburan Dosa, yaitu meminimalkan perbuatan buruk kita dengan cara menebusnya dengan berbagai keluhuran atau dengan melakukan Brata.
Brata yang dilakukan yaitu dengan Jagra (Tidak Tidur), Upawasa (berpuasa) dan Monobrata (perenungan dengan Meditasi) adalah brata yang akan utama apabila dilakukan dengan kesungguhan. Pertanyaannya mengapa Brata ini dilakukan pada Purwanining tilem kepitu ?
Wayan Koster mengatakan bahwa Tentu menjadi pertanyaan sebab bagaimana kita tercerahkan dalam kegelapan? sehari sebelum tilem kepitu sering disebut dengan Purwanining Tilem Kepitu didalam padewasan disebutkan sebagai malam yang paling gelap selama kurun waktu 1 Tahun. Malam ini dipercaya sebagai malam perenungan dan peleburan segala macam dosa dengan cara melakukan Brata Siwaratri,” Ucap Wayan Koster
Bagaimanapun juga bahwa kegelapan fikiran manusia mesti dicerahkan dengan pengetahuan dan kesucian. Siwa sebagai manifestasi dari Ida Sang Hyang Widh adalah pemberi dan penganugerah kecemerlangan fikiran itu.
Secara nyata, kita yang terliputi oleh awidya (kegelapan) akaan mampu tercerahi dengan Vidya (Sinar pengetahuan) apabila kita mampu menemukan penyadaran di malam Siwa itu (Atutur Ikang Atma Rijatinnya)
Mari bersama Lakukan Brata Siwaratri dengan kesungguhan dan bukan karena kemampuan, sebab dengan itu maka anugerah yang berlimpah dari Siwa akan mampu memcemaskan atau menerangi kegelapan kita. Penyadaran adalah kunci dari segala yang menjadi tujuan Brata Siwaratri itu, sehingga sesungguhnyalah kesadaran itu muncul setiap hari, sehingga berkah Siwaratri pun akan kita dapatkan setiap hari. Sadar sebagai manusia yang sangat perlu untuk bekerja, sadar dengan diri sebagai ciptaannya sehingga perlu memuja dan sadar bahwa segalanya itu perlu untuk kita syukuri.
Wayan Koster Gubernur Bali Terpilih 2025 – 2030 Mengucapkan Rahajeng Nyangre Rahinan Suci Siwaratri
[ Reporter : Sarjana ]









