Meriahkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Apresiasi Semangat Nasionalisme Pelajar di Lomba Gerak Jalan Indah Klungkung

Balijani.id, 14 Agu 2026, 03:21 WIB
Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ketua TP PKK Ny. Eva Satria saat menyaksikan pelepasan peserta Lomba Gerak Jalan Indah Putri di kawasan Monumen Ida Dewa Agung Jambe Klungkung

KLUNGKUNG, Balijani.id | Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai kawasan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Kamis (13/8/2026). Gemuruh sorak-sorai penonton pecah saat Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyaksikan langsung gelaran Lomba Gerak Jalan Indah Putri Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Lomba yang menampilkan kekompakan, kedisiplinan, serta variasi formasi baris-berbaris dari para pelajar putri se-Kabupaten Klungkung ini digelar secara khusus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bentuk Karakter Disiplin dan Nasionalisme Pelajar

Seusai melepas jalannya perlombaan, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat kemerdekaan yang ditunjukkan oleh para peserta. Menurutnya, ajang tahunan ini selalu menjadi salah satu atraksi yang paling dinantikan oleh masyarakat Klungkung.

“Saya sangat mengapresiasi semangat kemerdekaan anak-anak kita hari ini yang sungguh luar biasa. Gerak jalan indah bukan sekadar ajang unjuk kebolehan baris-berbaris, melainkan juga wadah penting untuk membentuk kedisiplinan, kerja sama tim, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini,” ujar Bupati Satria.

Diikuti 24 Regu dengan Rute dan Kriteria Ketat

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara, melaporkan bahwa kompetisi kali ini diikuti oleh total 24 regu. Jumlah tersebut terbagi seimbang, yakni 12 regu dari tingkat SMP/MTs dan 12 regu dari tingkat SMA/SMK/MA.

Para peserta diuji untuk menempuh rute dengan estimasi waktu 50 menit. Start dimulai dari utara Pura Manik Bingin, melintasi jalur ke arah timur menuju Patung Kanda Pat Sari, menyusuri sisi selatan, hingga menyentuh garis finish di depan Toko Emas Logam Mulia.

Dewa Sueta menambahkan, penilaian juri berfokus pada ketepatan waktu, kerapian, serta kreasi formasi di sepanjang rute. Untuk menjaga fokus dan ketertiban, seluruh anggota barisan dilarang keras makan maupun minum selama berada di jalur perlombaan sebelum menginjak garis finish.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru