News  

Gempabumi 5,1 SR Guncang Karangasem Bali, Disertai Gempa Susulan

Balijani.id, 13 Des 2022, 15:04 WIB
Gambar: Jenis gempa bumi dangkal 5,1 SR guncang Karangasem Bali dan sekitar Lombok NTB akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores (Flores back arc thrust) (BJ/bmkg)

Denpasar, Balijani.id ~ BMKG melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Pantai Timur Karangasem dengan kekuatan 5.1 SR pada Selasa (13/12/2022) pukul 18:38:24 Wita.

Jenis gempa bumi dangkal ini terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores (Flores back arc thrust)

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, S.Si., M.Si., dalam keterangannya yang diterima barometerbali.com menyatakan lokasi gempa 23 km timur laut Karangasem Bali, 41 km timur laut Bangli, 48 km timur laut Klungkung, 70 km barat laut Mataram NTB dan 1002 km tenggara Jakarta.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,29° LS ; 115,62° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 1 km arah Timur Kubu, Karangasem, Bali pada kedalaman 30 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores (Flores back arc thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” urai Daryono.

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangasem dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Tabanan, Kuta, Buleleng, Lombok Timur dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga pukul 18.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 21 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,6,” rincinya.

Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkas Daryono.

[ BJ/TIM ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru