Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Gerokgak, Tim SAR Lakukan Pencarian

Balijani.id, 26 Sep 2026, 09:37 WIB
Tim SAR gabungan saat menyisir area perairan dan pesisir Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Buleleng, Balijani.id | Seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Kamis (24/9/2026). Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian melalui jalur laut dan darat, namun hingga malam hari korban belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), seorang siswa kelas V SD asal Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 17.10 WITA dari anggota Polsek Gerokgak, Kadek Partha. Menindaklanjuti laporan tersebut, enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.30 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.00 WITA ketika korban bersama dua orang temannya berenang di Pantai Gerokgak menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan warga sekitar, sedangkan Gede Adimas Raditya Wibawa hilang terbawa arus.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan berkoordinasi dan membagi area pencarian. Empat personel menyisir wilayah perairan menggunakan rubber boat ke arah utara, sementara personel lainnya menyisir garis pantai ke arah timur sejauh 2,5 kilometer.

“Pada pukul 18.10 WITA, rubber boat dikerahkan menyisir ke arah utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut berlangsung hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, tim melanjutkan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian.

“Tim di lapangan yang berada di pesisir pantai melakukan penyisiran ke arah timur dan barat,” tambahnya.

Kadek Donny Indrawan menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedur teknis, sembari memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan.

“Pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari apabila korban belum kunjung ditemukan, tentunya dengan tetap memperhitungkan kondisi cuaca dan arus laut,” ujarnya.

Operasi pencarian hari pertama dihentikan pada pukul 21.30 WITA dengan hasil nihil. Pencarian rencananya dilanjutkan kembali pada Jumat pagi oleh tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, Polairud, TNI AL, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, serta keluarga korban.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru