Urai Kemacetan Ketapang–Gilimanuk Saat Nataru, Pelabuhan Celukan Bawang Disiapkan Jadi Jalur Alternatif

Balijani.id, 24 Sep 2026, 15:42 WIB
Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng dimatangkan persiapannya oleh PT Pelindo sebagai jalur penyeberangan alternatif untuk mengurai kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat libur Natal dan Tahun Baru.

Buleleng, Balijani.id | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang mematangkan persiapan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai penyeberangan alternatif guna mengurai kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanuk pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

General Manager PT Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menyatakan penunjukan pelabuhan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi Bali. Langkah ini diambil untuk menambah kapasitas penyeberangan di sisi Bali yang selama ini memiliki jumlah dermaga lebih terbatas dibanding Sisi Ketapang, Banyuwangi.

“Salah satu pelabuhan yang ditunjuk adalah Celukan Bawang. Kami baru menerima surat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung penguraian kemacetan di Ketapang–Gilimanuk,” ujar Imron.

Sebagai tahap awal, Pelindo memfokuskan operasional pada Dermaga 3. Keputusan ini diambil karena Dermaga 1 dan 2 saat ini memiliki tingkat utilisasi tinggi (di atas 75 persen) serta elevasi yang belum sesuai dengan spesifikasi kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang diusulkan.

Sejumlah perbaikan fasilitas di Dermaga 3 telah dilakukan, meliputi pemasangan pelat besi pada ramp door kapal, peningkatan sistem penerangan, pelebaran akses jalan, hingga pembetonan/perkerasan area yang sebelumnya masih berkerikil.

Fokus Kendaraan Pribadi

Imron menjelaskan, Dermaga 3 dirancang khusus melayani rute pelayaran Jangkar (Situbondo)–Celukan Bawang dengan prioritas utama kendaraan pribadi (Golongan V).

“Kami fokus Dermaga 3 hanya untuk kendaraan pribadi golongan 5. Akses jalan dari Bali Utara menuju Bali Selatan cukup sempit dan berkelok, sehingga belum ideal jika dilalui kendaraan logistik berukuran besar,” jelasnya.

Sementara itu, penugasan terbaru Kemenhub juga membuka wacana pemanfaatan Dermaga 1 dan 2 untuk rute Tanjungwangi–Celukan Bawang. Namun, skema ini masih dalam tahap asesmen mendalam bersama PT ASDP Indonesia Ferry.

Pelindo menegaskan belum ada keputusan final mengenai pengoperasian seluruh dermaga karena pemerintah masih melakukan kajian komprehensif.

“Saat ini masih tahap asesmen, meliputi aspek keselamatan, operasional, teknis, hingga respons masyarakat. Kami ingin memastikan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah nantinya benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan,” kata Imron.

Ia tak menampik adanya tantangan pada sektor logistik jika rute ini dipaksakan untuk truk barang. Durasi jarak tempuh lintasan Jangkar–Celukan Bawang diperkirakan memakan waktu hingga 5 jam—jauh lebih lama dibanding Ketapang–Gilimanuk yang berkisar 30 hingga 60 menit—sehingga berpotensi meningkatkan biaya logistik.

Oleh karena itu, pengalihan fokus pada mobil pribadi dan kendaraan roda dua dinilai lebih efektif, mengingat lonjakan wisatawan saat Nataru didominasi kendaraan pribadi.

“Tugas Pelindo adalah memastikan arahan pemerintah dilaksanakan: melakukan asesmen, memperbaiki fasilitas, lalu menyerahkan hasilnya kepada Kemenhub. Keputusan final operasional sepenuhnya berada di tangan pemerintah,” pungkas Imron.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru