Bupati Satria Dorong Produk Unggulan Klungkung Tembus Pasar Nasional di Forum APKASI 2026

Balijani.id, 27 Agu 2026, 13:27 WIB
Bupati Klungkung, I Made Satria, saat memperkenalkan produk unggulan dan inovasi daerah pada ajang Forum APKASI 2026 di ICE BSD, Tangerang.
w10
w11
w9

Klungkung, Balijani.id | Bupati Klungkung, I Made Satria, memanfaatkan momentum kegiatan APKASI 2026 untuk mengenalkan berbagai potensi serta produk unggulan Kabupaten Klungkung kepada pemerintah daerah lain dan kementerian/lembaga terkait. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Diskusi dan Koordinasi Forum Kerja Sama Perdagangan Antardaerah di Nusantara I, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menjelaskan bahwa Kabupaten Klungkung merupakan satu-satunya wilayah di Bali yang memiliki area kepulauan (Nusa Penida) dengan potensi luar biasa, terutama di sektor pariwisata dan UMKM.

Selain keindahan alam, Nusa Penida memiliki kerajinan khas berupa kain tenun Cepuk dan Rangrang. Bupati Satria juga memperkenalkan potensi perikanan dan budidaya rumput laut yang kini telah diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Potensi rumput laut ini juga dikembangkan menjadi bagian dari atraksi wisata edukasi bagi wisatawan.

Tak hanya sektor kerajinan dan kelautan, Bupati Satria turut memaparkan keunggulan sapi Nusa Penida yang dikenal memiliki kualitas unggul serta bebas dari penyakit antraks. Ia berharap potensi peternakan ini terus mendapat perhatian agar mampu meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan para peternak lokal.

Meski demikian, Bupati Satria mengakui bahwa kendala utama pengembangan komoditas daerah terletak pada rantai pemasaran. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi dan dukungan dari pemerintah pusat dalam memperluas akses pasar serta kerja sama perdagangan antardaerah.

“Kami berharap ada arahan dan dukungan agar produk-produk unggulan ini bisa mendapatkan pasar yang lebih luas. Ketika UMKM kami sudah mampu berproduksi tetapi pasarnya terbatas, tentu pengembangannya akan terhambat,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Bupati Satria memperkenalkan inovasi ramah lingkungan berupa pemanfaatan botol air berbahan bambu yang dihiasi ukiran khas lukisan Wayang Kamasan. Inovasi ini dihadirkan untuk mengikis penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mendukung industri pariwisata yang berkelanjutan di Klungkung.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru