Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

Balijani.id, 24 Mei 2026, 15:40 WIB
Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

Denpasar, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank terkait peta jalan pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan. Masukan tersebut disampaikan langsung oleh Carolyn Turk, World Bank Country Director untuk Indonesia, dalam pertemuan resmi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Jumat (22/5) di Gedung Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Carolyn mengungkapkan terdapat lima kesenjangan (gap) utama yang perlu segera mendapat perhatian serius dan penanganan taktis dari Pemerintah Provinsi Bali. Permasalahan yang disoroti ini tidak hanya berkelindan dengan sektor industri pariwisata, tetapi juga menyentuh aspek kebutuhan dasar serta mutu kualitas hidup krama Bali.

Lima isu krusial yang menjadi atensi khusus World Bank meliputi sistem pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan masalah sampah, mobilitas konektivitas transportasi, kepastian penyediaan air bersih, serta pemenuhan ketersediaan sumber daya listrik di sejumlah wilayah Bali.

Carolyn menilai, apabila kelima persoalan fundamental tersebut tidak ditangani dengan draf perencanaan matang mulai dari sekarang, maka Bali berpotensi besar menghadapi ancaman degradasi lingkungan yang serius di masa mendatang.

“Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi Bali saat ini, tetapi juga memproyeksikan periode-periode mendatang. Bali saat ini diakui masih menjadi primadona dunia. Tantangan besarnya adalah bagaimana menjaga Bali agar tetap menjadi daerah unggulan dan tetap prima hingga tahun-tahun ke depan,” ujar Carolyn.

Sebagai langkah tindak lanjut atas rekomendasi data tersebut, Carolyn meminta Gubernur Bali untuk mendelegasikan tim teknis daerah agar bisa berkolaborasi intensif dengan tim ahli World Bank guna menggelar draf diskusi lanjutan yang berfokus pada perumusan solusi strategis. Hasil pembahasan tim teknis tersebut nantinya akan dilaporkan kembali kepada Gubernur Bali pada agenda pertemuan berikutnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih atas berbagai potret masukan objektif yang disodorkan oleh World Bank demi masa depan Bali. Menurut Koster, poin-poin masukan tersebut sangat sejalan dengan arah draf kebijakan jangka panjang yang telah dicanangkan Pemprov Bali melalui regulasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (periode 2025–2125).

“Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena sektor ini membutuhkan skema pendanaan yang sangat besar. Sektor ini menjadi jangkar penting yang akan sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali, sehingga harus kita tangani secara serius dan terencana,” tegas Koster.

Koster menjelaskan, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun dirancang secara komprehensif mencakup pelestarian tiga unsur utama, yakni alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Di sektor lingkungan, Pemprov Bali terus konsisten mendorong terwujudnya alam Bali yang bersih melalui kebijakan progresif pembatasan plastik sekali pakai serta tata kelola sampah berbasis sumber.

Sedangkan di sektor pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah fokus memastikan krama Bali mendapatkan hak atas udara bersih, air sehat, serta kedaulatan pangan.

Terkait isu energi, Koster menegaskan komitmennya untuk membangun kemandirian energi bersih di Bali dengan melarang pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, mempercepat implementasi kendaraan listrik berbasis baterai, serta menyiapkan program waste-to-energy (pengolahan sampah menjadi listrik) yang bekerja sama dengan Danantara. Langkah ini diperkuat dengan gerakan masif penanaman pohon, mangrove, dan vegetasi endemik untuk memperluas tutupan hutan Bali.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata khas daerah oleh Gubernur Koster kepada Carolyn Turk, berupa kain tenun ikat endek Bali, produk arak Bali, serta draf Buku Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru.

Turut hadir mendampingi dalam pertemuan strategis tersebut, antara lain Sr. Development Specialist World Bank Group Jessica Ludwig, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Bappenas Wahyu Wijayanto, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru