KLUNGKUNG, Balijani.id | Akses pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Nusa Penida akan semakin kuat dengan hadirnya layanan ambulans laut. Rencana ini dibahas langsung saat Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima audiensi dari jajaran manajemen PT Nusa Medika di Kantor Bupati Klungkung, Selasa (1/9).
Ambulans laut tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada 22 September mendatang. Presiden Direktur PT Nusa Medika, Putu Ardana, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas ini bertujuan meningkatkan mutu serta mempercepat jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.
“Kami memohon petunjuk dan arahan dari Bapak Bupati terkait rencana launching pada 22 September nanti. Kami telah berkoordinasi intensif dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan Klungkung, serta terus berkolaborasi dengan RSUD Gema Santi dan puskesmas setempat,” ujar Putu Ardana.
Siaga Penuh 24 Jam di Pelabuhan Bias Munjul
Untuk menjamin kesiapsiagaan darurat, armada kapal ambulans laut ini akan ditempatkan secara permanen di wilayah kepulauan.
“Kapal kami akan siaga penuh selama 24 jam di Pelabuhan Bias Munjul, Nusa Ceningan,” tambahnya.
Prioritas Pariwisata Internasional dan Standar Kesehatan
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut hangat inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata PT Nusa Medika dalam memperkuat infrastruktur kesehatan daerah.
“Pemkab Klungkung mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif ini. Pelayanan kesehatan adalah hal yang krusial dan mendesak untuk terus ditingkatkan sesuai standar. Terlebih lagi, Nusa Penida merupakan destinasi wisata internasional, sehingga pemenuhan standar fasilitas kesehatan yang maksimal menjadi prioritas utama,” tegas Bupati Satria.
Langkah kolaboratif ini mempertegas komitmen Pemkab Klungkung dalam menjaga kualitas layanan publik. Komitmen tersebut sebelumnya juga membuahkan hasil lewat raihan penghargaan tingkat nasional “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026” untuk Kategori Akses Layanan dan Kualitas Kesehatan pada Jumat (28/8) lalu.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana
















