News  

Pameran Prints in Motion Bongkar Batas Seni Cetak

Balijani.id, 11 Apr 2026, 15:42 WIB

Tabanan, Balijani.id| Pameran seni kembali menggeliat di Bali dengan pendekatan yang tidak biasa. Kali ini, seni cetak yang selama ini kerap dipandang sebagai teknik reproduksi justru dibongkar habis sebagai medium eksplorasi yang lebih luas dan dinamis.
Bertempat di Nuanu Creative City, Labyrinth Art Gallery menghadirkan pameran bertajuk Prints in Motion. Pameran ini melibatkan 27 seniman dari lima negara, yakni Indonesia, Prancis, Rusia, Swiss, dan Inggris, dan akan berlangsung hingga 26 Mei 2026.

Selama ini, seni cetak identik dengan proses penggandaan karya. Namun dalam pameran ini, pendekatan tersebut dipatahkan. Berbagai teknik seperti relief, intaglio, hingga litografi ditampilkan berdampingan dengan metode eksperimental dan lintas media, memperlihatkan bahwa batas antara teknik klasik dan kontemporer semakin kabur.

“Apa yang menarik bagi kami dari pameran ini adalah kesempatan untuk memberi ruang lebih bagi medium yang sering kali terpinggirkan atau direduksi menjadi sekadar teknik,” ujar Kelsang Dolma, Gallery Director Labyrinth Art Gallery.

Ia menegaskan bahwa melalui pameran ini, seni cetak tidak lagi dipandang sempit.

“Di sini, printmaking menjadi sesuatu yang jauh lebih terbuka. Ia memuat proses, eksperimen, disiplin, sekaligus elemen kejutan dan menurut kami, itu penting untuk dihadirkan.”

Tak hanya soal karya, pameran ini juga menyoroti pentingnya ruang kolektif dalam proses berkesenian. Studio tidak lagi sekadar tempat produksi, tetapi menjadi ruang bertukar ide dan memperkaya pendekatan artistik antar seniman.

“Setelah bertahun-tahun berkarya di printmaking, yang paling terasa bagi saya adalah pentingnya memiliki ruang bagi seniman untuk terus belajar, bereksperimen, dan melanjutkan praktiknya di luar pendidikan formal,” ujar Devy Ferdianto, Founder Devfto Printmaking Institute.

Ia menambahkan, kehadiran ruang seperti ini menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan praktik seni cetak di Bali.

“Itu menjadi salah satu alasan Devfto hadir berangkat dari keinginan untuk membangun ruang terbuka bagi printmaking di Bali, di mana proses dapat terus berkembang dan seniman tetap dekat dengan mediumnya.”

Melalui pameran ini, Labyrinth Art Gallery tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang arah perkembangan seni kontemporer. Prints in Motion menjadi sinyal bahwa seni cetak tidak lagi berada di pinggiran, melainkan mulai mengambil posisi penting dalam lanskap seni Bali yang terus bergerak.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru