Buleleng, Balijani.id ~ Dr. I Nyoman Sugawa Korry dalam dialog langsung dengan tokoh masyarakat dan salah satu Pengurus Persibu Buleleng William Iskandar yang dikoordinir Brigjen Pol ( Purn ) Atang Wiguna, Sabtu ( 14/9/2024 )
Sugawa Korry menyampaikan pandangannya tentang kebangkitan Persatuan Sepak Bola Buleleng (Persibu) sebagai salah satu kebanggaan Buleleng. Menurutnya, Persibu harus segera bangkit dan dibangkitkan dengan berbagai langkah strategis, termasuk kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Sugawa Korry menekankan bahwa Buleleng memiliki 24% dari luas wilayah Bali dan 20% dari jumlah penduduknya, sehingga perlu perhatian serius dalam membangun potensi olahraga di daerah tersebut.
Dalam mewujudkan kebangkitan Persibu, Sugawa Korry menegaskan bahwa sarana dan prasarana menjadi prioritas utama. Selain itu, pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta peningkatan sumber daya manusia juga harus menjadi fokus. Sugawa Korry memiliki visi agar Persibu menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng yang modern, mengingat sepak bola nasional saat ini sedang berkembang pesat. Ia percaya bahwa masyarakat Buleleng, yang dikenal responsif terhadap perubahan, dapat mendukung kebangkitan Persibu secara bertahap.
Selanjutnya, Sugawa Korry juga menyoroti pentingnya kerjasama dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dalam konteks pengembangan Persibu. Menurutnya, peran aparat keamanan sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan sepak bola di Buleleng.
Tidak hanya berbicara tentang sepak bola, Sugawa Korry juga mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali Sekolah Bali Mandara, terutama dengan membuka sekolah khusus perikanan dan pelayaran di wilayah barat Bali. Ia menyatakan bahwa masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan di sepanjang pantai 144 km harus mendapat perhatian, mengingat semakin berkurangnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini.
Di akhir pernyataannya, Sugawa Korry juga menyinggung tentang penetapan Perda Provinsi Bali yang baru, di mana Singaraja kembali diakui sebagai ibukota dalam sejarah Bali. Ia berharap agar kebijakan ini dapat menjadi landasan bagi pemerataan pembangunan daerah yang lebih baik, termasuk dalam sektor olahraga dan pendidikan.
[ Reporter : Sarjana ]














