News  

Di Forum Global, Gubernur Koster Paparkan Sistem Subak dan Pertanian Organik Bali untuk Hadapi Tantangan Iklim

Balijani.id, 2 Jul 2026, 14:03 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan materi sistem subak dan regulasi pertanian organik di forum internasional Focus Group Discussion bersama World Bank

Denpasar, Balijani.id | Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri forum internasional Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebijakan Global untuk Pertanian Berkelanjutan pada Rabu, 24 Juni 2026.

Forum strategis yang berlangsung pukul 10.30–12.15 WITA ini diselenggarakan atas kolaborasi antara United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), World Bank Group, dan Clim-Eat untuk membahas isu ketahanan iklim, ketahanan pangan, serta transisi pedesaan yang adil.

Di hadapan para pembuat kebijakan lembaga internasional dan mitra pembangunan dari berbagai negara, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Bali memiliki modal fundamental yang sangat kuat dalam membangun pertanian berkelanjutan. Modal tersebut adalah warisan budaya pertanian yang telah hidup selama ribuan tahun, yakni sistem pengairan subak serta filosofi kelestarian alam Sad Kerthi.

Kebijakan Konkret Pertanian Ramah Lingkungan

Lebih lanjut, Gubernur Koster memaparkan berbagai kebijakan konkret yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat transformasi pertanian ramah lingkungan, di antaranya:

Regulasi Tata Niaga Hulu ke Hilir

Selain fokus pada sektor produksi dan kelestarian hilir, Gubernur Koster juga menyampaikan kebijakan hulu terkait tata niaga pertanian.

Pemprov Bali berkomitmen kuat dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, serta industri lokal Bali agar diserap secara optimal oleh sektor pariwisata seperti hotel, restoran, katering, dan pusat perbelanjaan (swalayan), yang regulasinya telah diatur secara tegas melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018.

Partisipasi aktif Gubernur Wayan Koster dalam forum internasional ini kembali menegaskan komitmen nyata Pulau Dewata untuk berkontribusi bagi dunia, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang sukses mengintegrasikan kearifan lokal, kebijakan publik yang tegas, dan pembangunan berkelanjutan demi menghadapi tantangan perubahan iklim global.

[ Editor : Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru