News  

Dewa Sukrawan Gelar Persembahyangan Untuk Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Balijani.id, 1 Jun 2024, 05:18 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, tokoh politik Dewa Nyoman Sukrawan mengadakan persembahyangan di Pura Bali Agung dan Pura Desa Buleleng. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Bung Karno serta para pendiri bangsa.

“Kita semua sebagai anak bangsa mempunyai kewajiban bersama untuk memuja rasa syukur pada hari kelahiran Pancasila ini. Tanpa Bung Karno, mungkin tidak ada proklamasi, dan tanpa proklamasi, kemungkinan besar tidak ada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dewa Sukrawan.

Dewa Sukrawan menjelaskan bahwa inisiatif persembahyangan ini diambil sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas karunia dan terbentuknya NKRI.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam satu bulan ini, tetapi lebih baik kita mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan atas berdirinya NKRI,” tambahnya.

Pemilihan lokasi persembahyangan di Pura Bali Agung dan Pura Desa Buleleng bukan tanpa alasan. Dewa Sukrawan mengingatkan bahwa Bung Karno lahir dari salah satu putri terbaik Buleleng, yaitu Ibu Rai Srimben.

“Kita perlu memberikan rasa hormat kepada beliau, sehingga saya memilih Pura Bali Agung dan Pura Desa Buleleng ini menjadi tempat untuk memuja Tuhan dan mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Dewa Sukrawan juga berharap agar negara tetap diberikan kekuatan dan para pemimpin diberikan keselamatan serta kesuksesan dalam mengemban tugas membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

“Ini murni ritual tentang 1 Juni, tentang kelahiran Pancasila, tidak ada kaitan yang lain,” tegasnya.

Menanggapi isu pencalonan dalam Pilkada, Dewa Sukrawan menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan persembahyangan ini.

“Masalah pencalonan biarkan mengalir saja. Kita tahu bahwa calon bisa muncul dari jalur independen maupun partai politik. Kita serahkan kepada DPP masing-masing partai untuk menentukan kandidat terbaik,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan manuver politik apapun terkait pencalonan.

“Saya tidak ada gimmick dengan DPP, kita menyerahkan semua kepada kewenangan mereka. Silakan nanti DPP mencari kader-kader terbaik untuk memimpin daerah, khususnya di Buleleng,” jelasnya.

Dewa Sukrawan menekankan pentingnya menghargai keputusan DPP partai politik. “Rekomendasi akan turun dari DPP masing-masing partai, kita lihat saja siapa yang diberikan. Mungkin itu pertimbangan terbaik bagi koalisi dan daerah,” tutupnya.

Dengan persembahyangan ini, Dewa Sukrawan berharap agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi dasar yang kuat bagi bangsa Indonesia di tengah tantangan zaman modern.

Reporter : Sarjana

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru