News  

WNA Belarus Ngamuk, Hotel Lovina Ricuh Pagi Hari

Balijani.id, 27 Jan 2026, 09:35 WIB

Buleleng, Balijani.id| Keributan yang melibatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Belarus terjadi di Hotel Rumi Bumi Lovina, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Selasa, 27 Januari 2026 pagi. Aksi pelaku sempat membuat resah tamu hotel dan memaksa petugas kepolisian turun tangan untuk mengamankan situasi.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 07.20 Wita saat petugas jaga Pos Polisi Lovina menerima laporan dari pemilik hotel terkait keributan yang dilakukan seorang tamu WNA. Piket Pos Lovina segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

Dalam perjalanan, petugas sempat bertemu pelaku di kawasan pantai dan berupaya menenangkan serta memberikan teguran. Setibanya di hotel, petugas melakukan pemeriksaan bersama Asisten Manager Hotel Rumi Bumi Lovina, Niko, dan memastikan tidak ada kerusakan fisik pada fasilitas hotel.

Niko mengungkapkan, pelaku kembali datang ke hotel dalam kondisi marah dan melontarkan kata-kata kasar kepada staf.

“Tiba-tiba dia datang lagi sambil marah-marah, menuduh staf hotel mavia, minta kopi, sarapan, dan perpanjangan menginap tanpa mau membayar,” ujar Niko saat diwawancarai petugas.

Pihak hotel hanya memenuhi permintaan kopi dan sarapan, sementara permintaan perpanjangan menginap ditolak karena perilaku pelaku dinilai meresahkan dan mengganggu kenyamanan tamu lain. Penolakan itu justru membuat pelaku semakin emosi hingga melontarkan pernyataan bernada menghina terhadap aparat.

Melihat situasi semakin tidak kondusif, petugas memberikan tenggat waktu 15 menit agar pelaku segera meninggalkan hotel. Setelah waktu tersebut berlalu, pelaku akhirnya bersedia pergi dan langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja untuk dilakukan koordinasi lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, kejadian itu terjadi di wilayah Lovina. WNA tersebut telah kami amankan dan diserahkan ke Imigrasi Kelas IIB Singaraja untuk penanganan lebih lanjut,” kata Yohana saat dikonfirmasi melalui telepon.

Penanganan cepat aparat diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan dan pelaku usaha pariwisata di kawasan Lovina.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru