KLUNGKUNG, Balijani.id | Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Yowana Bandhu Hita yang berlangsung meriah di Balai Banjar Adat Takmung, Desa Takmung, Sabtu (25/7).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Agung, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat terkait.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan (yowana) sebagai wadah paling efektif untuk mengasah jiwa kepemimpinan, belajar berorganisasi, serta merawat tradisi gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Yowana adalah calon pemimpin masa depan. Jadikan wadah ini tempat belajar berorganisasi dan mempererat rasa gotong royong. Kami sangat berharap Yowana Bandhu Hita terus membangun kolaborasi yang erat, baik dengan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Tantangan Era Digital dan Filosofi Samuhita Nityakala
Lebih lanjut, Bupati Satria mengingatkan para pemuda agar bijak dan sigap merespons pesatnya perkembangan di era digital. Menurutnya, pemuda Bali saat ini dituntut untuk memiliki daya saing tinggi di tingkat global tanpa pernah melupakan akar budaya dan jati diri.
“Perkembangan era digital mengharuskan yowana memiliki daya saing global. Namun ingat, sejauh mana pun kita melangkah maju, tetaplah memegang teguh konsep Menyama Braya sebagai fondasi utama persaudaraan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Yowana Bandhu Hita, Ida Bagus Gede Mahesa Wiguna, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Samuhita Nityakala” yang bermakna Persatuan Abadi Sepanjang Waktu.
“Perayaan ini merupakan wujud rasa syukur kami atas perjalanan panjang organisasi. Semoga momentum HUT ke-52 ini dapat terus mempererat persatuan, meningkatkan kreativitas, menumbuhkan semangat berkarya, serta mempertegas komitmen pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkap Mahesa Wiguna.
[ Editor : Sarjana ] Salam Mahottama













