News  

Per 26 Desember 2025, Dibanding 2024 Kunjungan Wisman ke Bali Naik 600 Ribu

Balijani.id, 28 Des 2025, 11:01 WIB

Badung, Balijani.id| Narasi Bali sepi runtuh oleh fakta data. Per 26 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,9 juta ke Bali, tercatat naik sekitar 600 ribu orang dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 6,3 juta.

Data ini bukan asumsi, bukan pula perasaan. Ia berdiri dingin dan telanjang mematahkan framing yang selama berapa minggu ini digoreng di media sosial.

Kenaikan ini terjadi menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang secara historis selalu menjadi barometer kuat denyut pariwisata Bali. Artinya jelas, pasar global tidak melihat Bali sepi. Yang ramai justru narasi negatifnya.

Di sinilah ironi itu mengeras. Saat angka berbicara tentang pertumbuhan, sebagian orang bahkan dari Bali sendiri sibuk meneriakkan kata sepi. Entah karena salah membaca struktur pariwisata, atau karena sengaja memelintir realitas demi kepuasan politik sesaat.

Struktur pariwisata Bali bertumpu pada penerbangan internasional, lama tinggal yang panjang, dan belanja wisatawan yang tinggi. Satu wisman di Bali bukan sekadar satu kepala, tapi satu ekosistem ekonomi. Hotel, restoran, transportasi, UMKM, seni, dan desa adat ikut bergerak.

Mereka yang terus mem-framing Bali sepi patut bertanya pada diri sendiri, sedang mengkritik, atau sedang merusak? Sebab di dunia pariwisata global, persepsi adalah mata uang. Sekali citra dijatuhkan, yang runtuh bukan lawan politik, melainkan penghidupan masyarakat Bali sendiri.

Kenaikan 600 ribu wisman ini sekaligus menampar satu kebiasaan buruk, mengukur Bali dari jalanan lengang atau sudut tertentu, lalu menyimpulkan krisis. Bali tak hidup dari keramaian visual semata, tapi dari kursi pesawat yang terisi, kamar hotel yang berdenyut, dan ekonomi lokal yang bergerak diam-diam namun nyata.

Maka, ketika data menunjukkan kenaikan signifikan, narasi Bali sepi tak lagi sekadar keliru, ia menjadi framing menyesatkan. Dan siapa pun politisi yang tetap memaksakannya, sadar atau tidak, sedang ikut menyalakan api di lumbung padi milik masyarakatnya sendiri.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru