News  

Mahasiswa Swiss Melakukan Kunjungan Pembelajaran ke Omunity, Desa Sudaji

Balijani.id, 20 Jan 2026, 03:19 WIB

Buleleng, Balijani.id| Kegiatan pembelajaran lapangan yang melibatkan 24 mahasiswa dan 2 dosen dari Program Master of Science International Management School of Business, University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (FHNW) Swiss, 6 orang mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen, dan 12 orang mahasiswa dan dosen Universitas Pignatelly Triputra dengan host Bluebell Education International ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan pendekatan Outcome-Based Learning (OBL) selama 1 minggu. Menurut Nana Trianasari, Ph.D, Ketua Unit Pengelolaan Mahasiswa dan Tenaga Asing Undiksha, melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga diarahkan untuk meraih capaian pembelajaran yang terukur melalui pengalaman langsung di lapangan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa berbaur dalam 6 kelompok dan mengikuti observasi lapangan (field observation) khususnya terhadap praktik dolphin watching tourism di kawasan Lovina. Aktivitas pembelajaran difokuskan pada pengamatan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi pariwisata, serta diskusi dengan berbagai pihak terkait. Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara sistematis untuk mendukung pencapaian learning outcomes berupa kemampuan analisis kritis, pemahaman konteks nyata pariwisata berkelanjutan, dan keterampilan merumuskan rekomendasi praktis.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi highlight penting dalam program pembelajaran lapangan ini adalah kunjungan ke Omunity di Desa Sudaji, sebuah komunitas berbasis keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa, sekaligus memperluas pemahaman mereka tentang praktik keberlanjutan di luar sektor pariwisata konvensional.

Pemilik Omunity, Ketut  Zanzan bersama tim, menyambut dengan sentuhan layanan berbasis budaya Bali dan memperkenalkan berbagai inisiatif komunitas yang menekankan gaya hidup berkelanjutan, pelestarian alam, serta penguatan nilai-nilai lokal. Melalui penjelasan dan diskusi interaktif, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai bagaimana sebuah komunitas lokal dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya.

Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk melihat keberlanjutan sebagai praktik nyata yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar konsep teoretis.

Kunjungan ke Omunity juga dirancang sebagai bagian dari pendekatan Outcome-Based Learning, di mana mahasiswa didorong untuk melakukan observasi kritis, refleksi, dan analisis terhadap model komunitas berkelanjutan yang mereka temui. Pengalaman ini memperkaya sudut pandang mahasiswa dalam memahami hubungan antara masyarakat, lingkungan, dan aktivitas pariwisata, khususnya dalam konteks pengelolaan destinasi berbasis alam seperti dolphin watching di Lovina.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan komunitas Omunity, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan sikap apresiatif terhadap kearifan lokal dan praktik keberlanjutan berbasis masyarakat. Hasil pembelajaran dari kunjungan ini kemudian menjadi bagian penting dalam proses refleksi dan penyusunan rekomendasi mahasiswa, sehingga memperkuat kualitas capaian pembelajaran yang diharapkan dari kegiatan ini secara keseluruhan.

Mahasiswa dan dosen Swiss menyampaikan kekaguman dan respek pada sentuhan budaya, jajanan dan minuman tradisional, serta perlakuan yang ramah dan sejuk walaupun dalam kunjungan yang singkat. Tidak heran jika mereka merasa ingin berkunjung Kembali. Salah satu pesan penting dari salah satu mashasiswa Swiss adalah: Jangan Berubah.. Pertahankan alam dan budaya yang sudah ada…!

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru