Bangli, Balijani.id – Pada hakikatnya, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan insan dan sumber daya manusia yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Walaupun berada di dalam tembok Lapas, tidak menyurutkan semangat WBP untuk terus meningkatkan kualitas diri. Hari ini, Selasa (19/07) kegiatan Pembinaan Kemandirian berupa Pelatihan Menjahit resmi ditutup.
Kegiatan yang telah berlangsung selama 24 hari kerja ini diikuti oleh 20 orang WBP Lapas Narkotika Bangli.
Pada kesempatan tersebut Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Nyoman Bhudianta menyampaikan bahwa “pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Lapas Narkotika Bangli bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Tabanan dan juga Yayasan Dua Hati” ujar Bhudianta
“Pembinaan yang kami lakukan melibatkan pelatih-pelatih profesional sehingga diharapkan mampu melahirkan insan-insan WBP yang berkualitas dan berproduktifitas nantinya” ungkapnya
Lanjut lagi dikatakan “Selain itu, pelatihan ini juga merupakan bekal untuk Warga Binaan ketika bebas nanti. Sebelum kembali ke lingkup sosial masyarakat, mereka harus memiliki keterampilan sehingga dapat bersaing nantinya” sambungnya.
Senada dengan itu Perwakilan dari BLK Tabanan, Nyoman Sriyanti menyatakan “akan terus mendukung Lapastik Bangli dalam membina WBP. Kami dari BLK Tabanan siap jika nantinya diminta lagi untuk memberikan program pelatihan lain sebagai wujud kepedulian kami akan WBP di Lapastik Bangli ini” ucapnya.
Sedangkan dikonfirmasi secara terpisah, Kalapas Narkotika Bangli, Agus Pritiatno menekankan bahwa “pelatihan ini bukan semata-mata untuk menghabiskan waktu. Kita sama-sama tahu bahwa WBP sering kalau sulit diterima (bersosialisasi) kembali dimasyarakat, karena cap seorang Napi itu sudah melekat. Tapi hal tersebut dapat dinetralisir dengan skill-skill yang mampu ditunjukan oleh mereka” tutur Kalapas
“Untuk itu pesan saya, ambil ilmunya, latih dan praktekan nanti dimasyarakat biar punya nilai lebih jika sudah bebas dari Lapas. Sehingga dengan keahlian yang dimiliki bisa bersaing dan bersinergi ” pungkasnya menegaskan
Pelatihan yang dilaksanakan terpusat di bengker Lapas Narkotika Bangli ini, terdiri dari dua kegiatan yaitu pemberian materi dan praktek menjahit langsung. Warga binaan sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. [ 026/IGS ]











