Denpasar, Balijani.id | Menghadapi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan membutuhkan keberanian tersendiri—terutama ketika persoalan menyangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), kebutuhan pokok yang berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
Gubernur Bali Wayan Koster memilih turun langsung ke SPBU untuk memantau situasi antrean dan menemui warga secara tatap muka. Ia mengambil risiko berhadapan langsung dengan keresahan masyarakat yang tengah menuntut kepastian dan solusi atas kendala pasokan yang terjadi.
Pejabat yang hanya bergantung pada laporan formal berpotensi kehilangan gambaran utuh mengenai realitas di lapangan. Sebaliknya, hadir langsung di tengah warga membuka ruang komunikasi yang jujur tanpa perantara.
-
Bentuk Tanggung Jawab: Langkah Koster ini patut diapresiasi sebagai wujud tanggung jawab seorang kepala daerah.
-
Tuntutan Masyarakat: Namun, masyarakat tentu berhak menagih tindak lanjutnya: Apakah distribusi BBM benar-benar semakin lancar? Apakah antrean mulai berkurang? Dan apakah warga dapat kembali memperoleh BBM tanpa harus membuang waktu lama?
Keberanian menghadapi keluhan warga adalah satu hal, tetapi kemampuan menyelesaikan persoalan secara tuntas adalah hal lain. Seorang pemimpin yang kuat dituntut untuk membuktikan keduanya.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














